NEW YORK, beritapalu.ID | Kemarin (Rabu, 8/4/2026), tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel mengarahkan meriam utamanya ke arah konvoi logistik PBB di dekat Shama, Sektor Barat Lebanon, dan menembakkan senapan mesin dalam jarak beberapa meter, merusak satu kendaraan UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).
Insiden agresi tersebut menambah daftar panjang perilaku agresif terhadap penjaga perdamaian PBB di tengah eskalasi konflik yang melanda Lebanon. Meski kendaraan UNIFIL mengalami kerusakan, syukurlah tidak ada korban luka yang dilaporkan dan konvoi terpaksa kembali ke pangkalan.
Insiden tersebut terjadi menyusul serangan besar-besaran Israel di seluruh wilayah Lebanon pada 8 April yang menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak, dan merusak infrastruktur sipil.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stéphane Dujarric mengecam keras serangan Israel dan menyampaikan belasungkawa mendalam dari Sekjen kepada Pemerintah dan rakyat Lebanon.
Aktivitas militer yang masih berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap kesepakatan gencatan senjata Iran-Amerika Serikat dan upaya menuju perdamaian berkelanjutan di kawasan. Dujarric menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan dan memanfaatkan jalur diplomatik.
Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi terhadap kegiatan misi harus dihentikan. Keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian merupakan prioritas utama, dan semua pihak harus mematuhi kewajiban menjaminnya.
Dujarric menekankan bahwa hukum internasional dan hukum humaniter internasional harus dihormati setiap saat, serta warga sipil dan objek sipil harus dilindungi. PBB mengajak semua pihak berkomitmen pada implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan 1701.
“Tidak ada solusi militer untuk konflik ini,” tegas Dujarric. UNIFIL saat ini sedang menyesuaikan postur dengan lingkungan keamanan yang terus berkembang dan memperkuat langkah-langkah perlindungan pasukan.











