PALU, beritapalu.ID | Tidak perlu khawatir soal ongkos, dan tidak perlu pusing soal bensin. Selama tiga hari libur Lebaran — 22 hingga 24 Maret 2026 — bus TransPalu melayani warga Kota Palu sepenuhnya gratis. Cukup tunggu di halte, naik, dan nikmati perjalanan keliling kota sepuasanya.
Kebijakan Pemerintah Kota Palu menggratiskan TransPalu selama libur Idul Fitri 1447 H ini disambut antusias oleh warga. Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar soal hemat uang — ini soal momen. Lebaran identik dengan berkunjung ke sana-sini, dan bus gratis membuat mobilitas itu terasa lebih ringan dan menyenangkan, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak.
TransPalu sendiri sejak Januari lalu Kembali menajdi sarana transportasi publik Kota Palu. Bus ini melayani sejumlah koridor yang menghubungkan berbagai titik strategis di kota — dari kawasan permukiman, pusat perbelanjaan, hingga objek wisata tepi pantai. Di hari-hari biasa, tarif yang berlaku memang tidak mahal. Tapi di momen Lebaran, kata “gratis” punya daya tarik tersendiri.
Pemandangan di halte-halte TransPalu selama libur Lebaran pun sedikit berbeda dari hari biasa. Penumpang yang naik bukan hanya warga yang hendak bekerja atau bersekolah — ada keluarga muda dengan anak-anak kecil berpakaian baru, ada kelompok remaja yang hendak jalan-jalan ke pantai, ada pula pasangan lansia yang sekadar ingin keluar rumah menikmati suasana kota di hari raya. Bus yang biasanya sepi di akhir pekan mendadak terasa lebih hidup.
Bagi anak-anak, naik bus kota bisa menjadi petualangan kecil yang mengasyikkan. Duduk di dekat jendela, memandangi jalan-jalan Palu yang lebih lengang dari biasanya, sesekali menunjuk bangunan atau pohon yang menarik perhatian. Hal-hal sederhana yang kadang justru lebih berkesan dari wisata yang jauh dan mahal.
Kota Palu sendiri punya banyak sudut yang layak dinikmati dari balik kaca bus. Jalan-jalan protokol yang lebar, pemandangan Teluk Palu yang sesekali mengintip di antara bangunan, Jembatan Palu IV yang ikonik, hingga kawasan tepi laut yang kini semakin tertata. Bagi warga yang jarang punya waktu berkeliling kota di hari-hari kerja, libur Lebaran dengan TransPalu gratis menjadi alasan yang cukup untuk sekadar duduk santai menikmati kota sendiri dari sudut berbeda.
Kebijakan ini juga mencerminkan cara Pemerintah Kota Palu memberi warna pada momen Lebaran tanpa harus mengandalkan hiburan besar atau acara yang rumit. Tidak semua keluarga punya kendaraan pribadi, dan tidak semua orang ingin menghabiskan hari raya di tengah kemacetan. Kadang, pilihan paling sederhana justru yang paling dinikmati.
Tiga hari memang tidak lama. Tapi bagi warga yang memanfaatkannya, pengalaman menaiki TransPalu gratis keliling Kota Palu di momen Lebaran bisa jadi cerita tersendiri — cerita tentang hari raya yang tidak harus selalu soal pergi jauh, tapi cukup tentang menikmati apa yang ada di sekitar, bersama orang-orang terkasih, tanpa harus merogoh kocek sepeser pun.
View this post on Instagram
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya