PALU, beritapalu.ID | Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar aksi bersih sampah kiriman di pesisir Pantai Dupa Indah, Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore dengan target mengangkut hampir 100 ton sampah, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan yang merupakan rangkaian pra-event Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tingkat Kota Palu Tahun 2026 ini mengusung tema “Save Our Mangrove from Trash” dan dipimpin langsung Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin.
Aksi bersih pantai difokuskan pada sepanjang pesisir sekitar 1,2 kilometer sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus melindungi ekosistem mangrove yang memiliki peran penting bagi kawasan pesisir.

Sekretaris DLH Kota Palu Ibnu Mundzir menjelaskan, Pemkot Palu mengambil langkah lebih awal mengingat kondisi yang sempat viral akibat tumpukan sampah kiriman yang terbawa angin barat.
“Situasi ini cukup berbahaya bagi kawasan pesisir, khususnya di Kelurahan Layana Indah. Mangrove sangat rentan, dan bisa dengan mudah mati akibat tertutup atau tercemar sampah,” ujarnya.
Ibnu menjelaskan, sebagian besar sampah yang menumpuk merupakan sampah kiriman yang terbawa aliran sungai dan arus dari Selat Makassar, terutama karena saat ini memasuki musim barat.

“Kalau kita lambat membersihkan, mangrove kita bisa terancam. Mangrove ini sensitif terhadap sampah, karena aliran oksigennya bisa terhambat dan menyebabkan kematian,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, jumlah peserta cukup banyak termasuk dari program padat karya, Pegawai PPPK, TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas, hingga Polairud. Kegiatan ini juga melibatkan kalangan perguruan tinggi, perangkat daerah (OPD), hingga komunitas masyarakat.
Untuk mendukung pengangkutan sampah yang berhasil dipungut, Pemkot Palu menyiapkan sekitar 70 unit armada yang akan membawa sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna.
“Prediksi volume sampah bisa mencapai hampir 100 ton jika seluruh armada terisi penuh. Rata-rata berupa plastik dengan ukuran kantongan besar,” katanya.

Ibnu menambahkan, Kota Palu memiliki 11 sungai yang bermuara ke Teluk Palu, dan sebagian besar hulunya berada di luar wilayah kota. Sampah yang tidak tertangani akhirnya masuk ke Teluk Palu.
Wakil Wali Kota Imelda menegaskan, sampah yang dibersihkan adalah sampah kiriman, bukan berasal dari warga setempat.
“Ini yang perlu digarisbawahi, sampah yang kita bersihkan hari ini adalah sampah kiriman. Bukan berasal dari warga sekitar Pantai Layana Dupa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini bukan semata karena peringatan HPSN atau karena viral di media sosial, melainkan telah menjadi agenda rutin Pemkot Palu.
“Bukan karena hari bersih sampah saja kita turun membersihkan. Setiap waktu, setiap saat, kita selalu menjaga lingkungan di sini. Hampir setiap minggu padat karya dan pegiat lingkungan melakukan pembersihan,” katanya.
Imelda berharap kegiatan ini menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan, tidak hanya saat momentum HPSN.

“Harapannya bukan hanya di hari ini saja, tapi setiap minggu dan setiap waktu kita terus menjaga kebersihan lingkungan. Yang paling dominan adalah sampah plastik. Ini yang harus kita bersihkan dengan serius,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perlunya solusi jangka panjang.
“Kita harus bicarakan bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan pegiat lingkungan bagaimana supaya sampah kiriman ini tidak masuk lagi ke sini. Mangrove ini masih menyimpan banyak sampah di dalamnya, dan kita perlu duduk bersama mencari solusi,” kata Imelda.
Ibnu menjelaskan, ke depan DLH Palu akan melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta pihak kampus untuk mencari solusi jangka panjang.
“Apakah nanti memungkinkan dipasang barrier atau penahan di depan teluk supaya sampah tidak masuk, atau metode lain, akan kita bahas secara teknis,” tambahnya.
Ia mengajak seluruh pihak menjaga konsistensi dalam upaya pembersihan sampah laut.
“Minimal kalau tidak bisa membersihkan, jangan mengotori. Kalau kita hanya ingin hasil instan, kita bisa cepat putus asa. Tapi yang penting kita bergerak dengan niat baik, karena apa yang kita lakukan tidak mungkin sia-sia,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang pegiat lingkungan, Eka mengatakan kegiatan beach clean up baru menjangkau sebagian kecil sampah.
“Ini baru sebagian kecil, dan hanya di pinggir-pinggir saja. Kalau bagian dalam terutama di sela-sela pohon bakau, hampir belum terjamah, sampah masih sangat banyak dan terus menjeratnya,” ujarnya.
Eka mengatakan butuh waktu untuk membersihkan pesisir pantai agar benar-benar bersih karena volumenya sangat banyak.
“Yang kita pikirkan adalah bagaimana agar sampah yang menjerat bakau ini bisa segera dituntaskan karena jika tidak, pasti akan membunuhnya,” sebutnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan, sampah yang menumpuk sebagian besarnya berupa plastik dan potongan kayu serta bambu. Dari identifikasi yang dilakukan, sebagian dari sampah plastik itu bermerek produk China.
Wakil Wali Kota menegaskan komitmen pembersihan berkelanjutan.
“Kalau hari ini belum tuntas, besok dan setiap minggu akan terus kita bersihkan. Insyaallah semua berjalan baik,” pungkasnya.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya