beritapalu.id
Tuesday, 10 Mar 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Buol

Pemkab Buol Pastikan Ikan Mati Terdampar Bukan Akibat Bahan Berbahaya

Published: 20 January, 2026
Share
Ikan mati terdampar di pantai Buol, Sabtu (17/1/2026). (©Tangkapan layar/Manase Limpong Lin)
Ikan mati terdampar di pantai Buol, Sabtu (17/1/2026). (©Tangkapan layar/Manase Limpong Lin)
SHARE

BUOL, beritapalu.ID | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perikanan Kabupaten Buol memastikan bahwa ikan yang terdampar dan memenuhi pesisir pantai di Buol seperti video yang beredar di media sosial tidak disebabkan oleh penggunaan bahan berbahaya seperti potasium, sianida, bom ikan, maupun fenomena alam tertentu.

Kepastian itu disampaikan setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi langsung di lapangan oleh instansi terkait, Minggu (18/1). Ikan yang ditemukan terdampar diketahui merupakan jenis ikan kerong-kerong atau ikan piok (Terapon jarbua).

Kepala DLH Kabupaten Buol, Syarif Badalu menjelaskan, berdasarkan hasil konfirmasi dan laporan lapangan, ikan-ikan tersebut bukan mati akibat penggunaan bahan kimia berbahaya, melainkan merupakan hasil tangkapan nelayan yang ditinggalkan karena keterbatasan kapasitas perahu.

“Dari hasil penelusuran kami, ikan itu bukan mati karena potas atau bahan berbahaya lainnya. Ikan tersebut merupakan hasil tangkapan nelayan yang didampar dan akhirnya terdampar di pesisir pantai,” jelas Syarif.

BACA JUGA:  Polres Buol Serahkan Tersangka Money Politic Ke pihak Kejaksaan

Ia menambahkan, seorang nelayan bernama Iwan, warga Kelurahan Buol, Kecamatan Biau, telah dikonfirmasi sebagai pihak yang melakukan penangkapan ikan tersebut. Dalam keterangannya, nelayan tersebut menyebutkan hasil tangkapan cukup banyak dan beragam, seperti ikan bubara, kuli-kuli, serta ikan piok. Namun, karena keterbatasan daya tampung perahu, sebagian ikan terpaksa ditinggalkan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buol, Tonang Mallongi, juga memberikan klarifikasi untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial.

“Kami mengklarifikasi kejadian ikan terdampar di pantai Kabupaten Buol, tepatnya di Kelurahan Kali, belakang SPBU atau Pertamina. Kejadian ini sempat menimbulkan kontroversi dan kekhawatiran di masyarakat,” ujarnya.

Menurut Tonang, ikan yang terdampar didominasi jenis ikan piok yang secara umum kurang diminati masyarakat untuk dikonsumsi. Akibatnya, ikan tersebut sering tidak diambil nelayan dan dibiarkan hingga terbawa arus ke pesisir pantai.

BACA JUGA:  Pekerja PT HIP Bingung, Adukan Statusnya ke Dinas Nakertrans Buol

Ia menegaskan kemungkinan penggunaan potasium atau sianida sangat kecil, karena zat tersebut biasanya berdampak pada ikan karang atau ikan dasar, bukan ikan lapisan tengah seperti ikan piok.

“Ikan ini tertangkap secara tidak sengaja menggunakan alat tangkap pukat tarik pantai atau soma dampar. Nelayan awalnya mengira gerombolan ikan tersebut bernilai ekonomis tinggi, namun setelah jaring ditarik, hasilnya justru didominasi ikan piok,” jelasnya.

Terkait beredarnya foto dan video di media sosial, Dinas Perikanan Kabupaten Buol mengimbau para nelayan agar lebih bijak dalam menangani hasil tangkapan yang tidak dimanfaatkan.

“Kami mengingatkan agar ke depan nelayan tidak membiarkan ikan hasil tangkapan mati dan terdampar di pantai, karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan di masyarakat,” tegas Tonang.

BACA JUGA:  Sulteng Dikatagorikan Rawan pada Pilkada 2024

Pemerintah Kabupaten Buol menegaskan fenomena ikan terdampar seperti ini bukan kali pertama terjadi, namun jumlah ikan yang relatif lebih banyak pada kejadian kali ini memicu perhatian publik dan spekulasi beragam.

Pemkab Buol mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta mengajak semua pihak menjaga kelestarian lingkungan laut. Pemerintah daerah memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor guna memastikan aktivitas penangkapan ikan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Reporter: Afdhal Fauzi

Editor: beritapalu

TAGGED:dlh buolikan matiikan terdamparpemkab buolpesisr pantai
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Petugas mengevakuasi jenazah seorang mahasiswa berinisial A di sebuah kamar kos di Tondo, Palu, Jumat (16/1/2026). (©Humas Polresta Palu) Mahasiswa Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Kamar Kos Palu
Next Article Ilustrasi tanaman mangrove. (©bmzIMAGES/Basri Marzuki) Tambang Pasir di Touna Diduga Rusak Ekosistem Mangrove

Berita Terbaru

Wali Kota Hadianto pada buka puasa bersama para Ketua RT dan RW se Kota Palu, Senin (9/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Pemkot Palu Siapkan Proyek Silabeta dan Pasar Inpres, Rampung 2027

9 March, 2026
Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar di Makodim 1427/Pasangkayu, Senin (9/3/2026). (©Pendam23/PW)
Militer

Kunker ke Kodim 1427/Pasangkayu, Pangdam Tekankan Disiplin dan Marwah Satuan

9 March, 2026
Ilustrasi. (©AI Generative)
Headline

Karhutla Kembali Terjadi di Toboli–Avolua Parigi Moutong

9 March, 2026
Kapolda Sulteng Irjen Pol ENdi Sutendi membagikan takjil gratis kepada pengendara ojol di Palu, Senin (9/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Polda Sulteng Bagikan 1.000 Paket Takjil kepada Ojol dan Pengguna Jalan

9 March, 2026
Para pemegang saham pada RUPST Bank BNI di Jakarta, enin (9/3/2026). (©PT BNI)
Bisnis

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13,03 Triliun dan Buyback Saham Hampir Rp1 Triliun

9 March, 2026

Berita Populer

Para penyintas bencana yang menghuni Huntap Mandiri Mamboro berfoto dengan manajemen AirAsia di Hunta Mamboro, Sabtu (7/3/2026). (©Heri)
Feature

Saat Penyintas Mamboro Bertemu AirAsia yang Membantu Mereka Bangkit

8 March, 2026
Ilustrasi. (©Chandra Asri)
Bisnis

Imbas Ketegangan Selat Hormuz, Chandra Asri Umumkan Force Majeure

8 March, 2026
Ilustrasi. (©AI Generative)
Headline

Karhutla Kembali Terjadi di Toboli–Avolua Parigi Moutong

9 March, 2026
Anggota Komisi III DPR, Sarifudin Sudding pada kunker reses di mapolda Sulteng, Kamis (5/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Hukum-Kriminal

Komisi III DPR Nilai Peredaran Narkoba dan PETI di Sulteng Sudah Serius

7 March, 2026
Ilustrasi Posko Pengaduan THR oleh AJI Palu. (Foto: ANTARA/Basri Marzuki)
Komunitas

AJI Kota Palu Buka Posko Pengaduan THR untuk Jurnalis dan Pekerja Media

7 March, 2026

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Tima SAR bersama warga mengevakuasi jenazah anak yang tenggelam di Pantai Leok, Buol, Sabtu (7/2/2026). (©Basarnas Palu)
Buol

Anak Tenggelam di Pantai Leok Buol Ditemukan Meninggal Dunia

beritapalu
Personel Basarnas mengidentifikasi lokasi tenggelamnya seoang anak di pantai Leok Buol, Jumat (6/2/2026). (©Basarnas Palu)
Buol

Tim SAR Tolitoli Gerak Cepat Cari Anak Tenggelam di Pantai Buol

beritapalu
Sejumlah anak yang diduga keracunan makan MBG di Buol. (©Komas HAM Sulteng)
Buol

Komnas HAM Sulteng Desak Investigasi Menyeluruh Keracunan MBG di Buol

beritapalu
Ke-15 WNA asal Filipina yang telah tiba di kantor Imigrasi Palu, JUmat (25/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Buol

15 WNA Filipina Jalani Karantina di Detensi Imigrasi Palu Sebelum Dipulangkan

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?