PALU, beritapalu.ID | Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah membuka akses pasar bagi produk hasil pembinaan warga binaan dengan menggandeng Bukit Indah Doda Hotel & Resort melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas IIA Palu, Rabu (14/1/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah konkret Kanwil Ditjenpas Sulteng dalam mendorong pembinaan kemandirian yang tidak berhenti pada proses produksi, tetapi berorientasi pada pemasaran dan keberlanjutan ekonomi warga binaan.
Penandatanganan PKS dilakukan langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah Bagus Kurniawan bersama Asisten Manajer Bukit Indah Doda Hotel & Resort Rizal, dan disaksikan jajaran pejabat struktural, pimpinan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, serta tamu undangan.
Bagus Kurniawan menegaskan kemitraan dengan sektor usaha merupakan kunci agar program pembinaan benar-benar memberi dampak nyata bagi warga binaan. Ketika produk warga binaan diterima pasar, kepercayaan diri, keterampilan, dan peluang reintegrasi sosial mereka akan semakin kuat.
Menurut Kakanwil, kerja sama ini sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong hilirisasi produk hasil pembinaan agar memiliki kualitas, daya saing, dan kepastian pasar. Hasil pembinaan tidak berhenti di dalam lapas, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan mampu bersaing secara berkelanjutan.
Asisten Manajer Bukit Indah Doda Hotel & Resort Rizal menyatakan komitmennya untuk mendukung pemanfaatan dan pemasaran produk warga binaan, terutama hasil pertanian dan produk olahan yang dikembangkan melalui program pembinaan di Lapas dan Rutan.
Rizal menyatakan produk warga binaan memiliki kualitas dan potensi pasar, sehingga kerja sama ini menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan yang produktif sekaligus pemberdayaan ekonomi yang inklusif.
Dengan terjalinnya kolaborasi ini, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah menegaskan arah kebijakan pemasyarakatan yang tidak semata berfokus pada pembinaan di balik tembok, tetapi juga membuka jalan bagi produk warga binaan untuk masuk dan bersaing di pasar, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan dan berbasis inklusi sosial.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya