beritapalu.id
Friday, 23 Jan 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Opini

Relasi Frenemy Prabowo-Jokowi

Published: 7 October, 2025
Share
Ilustrasi (© Lukas Suwarso)
Ilustrasi (© Lukas Suwarso)
SHARE
Lukas Luwarso. (tangkapan layar/suara.com)
Lukas Luwarso. (tangkapan layar/suara.com)

Oleh: Lukas Luwarso

Jokowi dan Prabowo kawan atau lawan, friend or enemy? Jika dilihat dari frekuensi pertemuan, terkesan mereka adalah kawan. Tapi apakah ada perkawanan dalam politik, yang sarat dengan kepentingan? Politik adalah bisnis kekuasaan, permainan penuh siasat, intrik, termasuk tipuan, agar bisa bertahan. Tidak ada kawan atau lawan, selain kepentingan untuk menang, tetap di kekuasaan, dan dapat bagian.

Pertemuan Prabowo-Jokowi selama dua jam, Sabtu 4 Oktober lalu, kembali memancing spekulasi soal relasi dua sosok politisi ini. Mereka terlihat friendly, setidaknya di permukaan. Namun setelah pemberian amnesti dan abolisi kepada lawan politik Jokowi, Hasto Kristiyanto dan Thomas Lembong. Juga resafel dan pengungkapan korupsi sejumlah menteri yang dekat dengan Jokowi. Apakah mereka masih bisa dianggap friend?

Dalam politik tidak ada friend atau enemy, yang ada adalah frenemy. Gabungan dari kata “friend”  (kawan) dan “enemy” (lawan). Berperilaku seperti teman tetapi diam-diam bersaing, berlawanan, menjadi musuh dalam selimut, adalah kelaziman. Jika politik adalah urusan mengejar kekuasaan.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Apresiasi Panen Padi di Sigi

Hubungan frenemy bersifat “suka-benci”, menunjukkan kebaikan di depan tetapi menyimpan niat terselubung di belakang. Frenemy pas untuk memahami relasi Prabowo-Jokowi, yang mengusung “politik keberlanjutan”. Mereka tak terpisahkan untuk kepentingan syahwat kekuasaan. Namun relasi seperti itu biasanya tidak akan bisa bertahan, karena tiga alasan: psikologis, strategis, dan struktural.

Psikologis: Mereka dua sosok kontras, dari segi karakter hingga identitas (sipil-militer, akar rumput- aristokrasi, populis-fasis). Relasi politik mereka “ups and downs” seperti roller coaster, karena murni kepentingan. Berkoalisi saat pemilihan Gubernur DKI 2012; kemudian berlawanan saat Pilpres 2014 dan 2019. Pasca-2019 Jokowi mengooptasi Prabowo, menjadi Menteri Pertahanan, untuk melumpuhkan potensinya sebagai oposisi. Pada Pilpres 2024 Jokowi adalah “kingmaker” bagi Prabowo yang “boneka”. Namun situasi segera berbalik.

Strategis: Jaminan kesinambungan politik dan keamanan bagi Jokowi terjaga sejauh Prabowo terus mau menjadi “boneka” pada “kingmaker”-nya. Panglima TNI dan Kapolri era Jokowi, belum diganti, proyek IKN dimodifikasi menjadi “ibu kota politik”. Jokowi terus berupaya menjaga pengaruh melalui jaringan loyalis (dari menteri, wapres, elit teknokratik, komisaris BUMN). Namun, cepat atau lambat geseken pengaruh dan kepentingan akan terjadi. Prabowo perlu membangun loyalis berbasis militer dan kroni politiknya.

BACA JUGA:  Surga Narkoba

Struktural: Jokowi dan Prabowo menjadi dua faksi dalam satu rezim — bukan oposisi dan pemerintah, tapi kepentingan yang akan berhadapan. Masing-masing punya jaringan kepentingan bisnis, militer, dan birokrasi. Dan setiap kebijakan besar musti melewati tawar-menawar, tarik-menarik dua faksi kekuasaan. Mereka bukan kawan sejati atau lawan beneran. Mereka “frenemy”, saling membutuhkan, sekaligus saling menegasi.

Saat frenemy bertemu, Sabtu lalu, rakyat disuguhi tontonan infotainment politik. Bahan menarik untuk bergosip, kasak-kusuk, dan spekulasi. Publik cuma bisa menebak dan menerka apa yang mereka perbincangkan. Mungkin Jokowi mengigatkan kesepakatan berbagi kekuasaan dan politik keberlanjutan. Tidak membiarkan  pemakzulkan anaknya dan pengadilan dirinya bergulir. Kasus korupsi keluarga dan kroninya tidak diusut, termasuk kontroversi ijazah palsu. Itu kasak-kusuk publik, yang cepat atau lambat akan tervalidasi.

BACA JUGA:  Presiden Harap Irigasi Gumbasa Bisa Pulihkan Pertanian di Sigi

Relasi frenemy Prabowo-Jokowi bernuansa “Stockholm syndrome”. Keduanya tersandera oleh kekuasaan yang mereka bangun bersama. Dua aktor yang tak bisa lepas karena kepentingan dan ketakutan yang sama. Mereka bukan lagi dua kutub kekuasaan, melainkan dua tawanan dari simbiosis politik yang tak sepenuhnya mereka bisa kontrol.

Keduanya hidup dalam ketakutan yang sama: kehilangan kendali atas sistem yang mereka bentuk bersama. Di panggung media, mereka bisa berpura-pura tersenyum, sembari merancang penaklukan. Berakrobat di atas tali sirkus kekuasaan, beradu siasat, agar tak jatuh duluan. Relasi frenemy Prabowo – Jokowi adalah semacam Julius Caesar dan Brutus menunggu moment “Ides of March”. (***)

*) Penulis adalah Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

Editor: beritapalu

TAGGED:jokowilukas suwarsopraboworelasi frenemy
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Peluncuran INSPIRATIOn di Jakarta, Senin (6/10/2025). (© Kemenkum Sulteng) Kemenkum Sulteng Siap Dukung Penegakan Hak Cipta di Daerah
Next Article Petugas Nursery & Rehabilitation PT Vale Indonesia memberikan penjelasan tentang Taman Kehati kepada para pelajar dalam kunjungan edukasi lingkungan di Sorowako, Luwu TImur, Sulse, Jumat (3/10/2025). (© PT Vale Indonesia) Puluhan Siswa SD Belajar Pengelolaan Lingkungan di Taman Kehati PT Vale

Berita Terbaru

Sejumlah warga Filipina yang diselamatkan oleh nelayan di Buol, Kamis (22/1/2026). (©Huams Porles Buol)
Buol

Nelayan Buol Selamatkan 15 WNA Filipina yang Hanyut 13 Hari di Laut

23 January, 2026
Petani dari Serikat Petani Pasundan (SPP) melakukan aksi solidaritas atas perjuangan Masyarakat Adat Tano Batak dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (16/7/2025). (©KPA)
Komunitas

KPA Apresiasi Pencabutan Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan di Sumatera

23 January, 2026
Ilustrasi
Hukum-Kriminal

Polsek Palu Barat Tangkap Dua Terduga Pelaku Pembobol Rumah

23 January, 2026
Foto bersama usai pembuaan workshop Sitem Kesehatan dan perubahan iklim di Palu, Jumat (23/1/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Lingkungan

Workshop Ketahanan Sistem Kesehatan: Perubahan Iklim Ancam Kesehatan

23 January, 2026
Foto bersama Bupati Donggala dengan pimpinan OMS usai audiensi di Donggala, Kamis (22/1/2026). (©Sikola Mombine)
Donggala

Bupati Donggala Sambut Baik Inisiatif Pembentukan Forum Multi Pihak

23 January, 2026

Berita Populer

Foto

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Alam Buntiede di Desa Padende

25 October, 2021

Pelaku Pembunuhan di Taman Ria Akhirnya Ditangkap Polisi

28 July, 2021
Komunitas

Tak Ada Perempuan, Sikola Mombine “Gugat” SK Penetapan Anggota KPID Sulteng

10 January, 2022
Morowali Utara

Perahu Terbalik Dibawa Arus, Seorang Warga masih Dicari

14 December, 2021
Parigi Moutong

Banjir di Sidoan Barat Seret Seorang Warga

3 January, 2022

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Pemandangan dari atas aktivitas galian C di jalur Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Sabtu (12/2/2022). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Opini

Tambang Kian Meluas, Risiko Bencana di Palu Dibiarkan Membesar

beritapalu
Kampus II UIN Datokarama Palu.
Opini

Surat Pemecatan LDK Al-Abrar – Ketika Transparansi Organisasi Dipertaruhkan

beritapalu
Ilustrasi
Opini

Indonesia dan Inovasi Budaya

beritapalu
Kelompok paduan suara Svara Nusantara. (©Svara Nusantara)
Opini

Saatnya Indonesia Percaya Diri Memperkenalkan Budaya Lewat Paduan Suara

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?