PALU, beritapalu.ID | Kanwil Ditjenpas Sulteng melantik empat pejabat manajerial baru sekaligus menegaskan komitmen tanpa kompromi dalam memberantas peredaran narkotika dan praktik ilegal di Lapas dan Rutan. Kegiatan pelantikan dilakukan secara virtual, Sabtu (11/4/2026).
Empat pejabat yang dilantik yakni Stady Steven Umboh sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulteng, Feri Hermawan sebagai Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, M. Nur Amin sebagai Kepala Bapas Kelas I Palu, dan Febriansyah sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Ampana. Pelantikan merujuk pada Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor M.IP-167.SA.03.03 Tahun 2026.
Kakanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan mengatakan, rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga ritme kinerja tetap optimal. “Rotasi ini adalah bagian dari kebutuhan organisasi untuk menjaga ritme kerja tetap dinamis, sekaligus mendorong percepatan pencapaian target kinerja pemasyarakatan,” tegas Bagus.
Lebih lanjut, Bagus mengingatkan bahwa dinamika organisasi dan situasi eksternal bergerak cepat, sehingga potensi ancaman khususnya peredaran narkoba dan penyalahgunaan alat komunikasi di dalam Lapas dan Rutan harus diantisipasi secara serius.
“Bahaya narkoba itu laten dan selalu mencari celah. Begitu juga dengan penggunaan alat komunikasi ilegal dan praktik pungli, ini tidak boleh dibiarkan,” tegas Bagus.
Amanah dan Tanggung Jawab
Bagus juga mengingatkan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi struktural, tetapi amanah yang menuntut tanggung jawab dan integritas tinggi dalam menjalankan tugas. “Kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja nyata, inovasi, dan komitmen memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Salah satu pejabat yang dilantik, M. Nur Amin, menyatakan kesiapan untuk mengemban amanah dan meningkatkan kinerja di unit kerja yang dipimpinnya. “Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab, dengan fokus pada peningkatan kualitas pembimbingan dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Perkuat Kewaspadaan
Bagus menekankan bahwa seluruh jajaran pemasyarakatan harus memperkuat kewaspadaan dan konsistensi dalam menjalankan tugas, sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi.
“Kita harus memastikan seluruh layanan berjalan bersih. Tidak ada ruang untuk narkoba, alat komunikasi ilegal, maupun pungutan liar. Ini bagian dari komitmen kita menjalankan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” jelasnya.
Kakanwil meminta seluruh petugas untuk tidak lengah serta terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum di daerah dalam mencegah masuknya barang terlarang ke dalam Lapas dan Rutan.
“Jangan pernah abai. Bangun sinergi dengan aparat penegak hukum, deteksi dini setiap potensi gangguan, dan pastikan pengamanan berjalan maksimal,” pintanya.
Upaya Preventif
Sebagai langkah konkret, Kanwil Ditjenpas Sulteng telah mengintensifkan berbagai upaya preventif mulai dari penggeledahan rutin di blok hunian, pelaksanaan tes urin secara acak terhadap petugas dan warga binaan, hingga pemindahan warga binaan guna mengurangi kepadatan hunian.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari penyimpangan.
Dengan langkah tegas ini, Kanwil Ditjenpas Sulteng menegaskan bahwa perang terhadap narkoba di dalam Lapas dan Rutan bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata yang dijalankan secara konsisten di seluruh jajaran.
Pelantikan pejabat manajerial ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat tata kelola pemasyarakatan di Sulawesi Tengah, sekaligus memastikan kesinambungan program pembinaan, pelayanan, dan pengamanan berjalan secara profesional dan akuntabel.
Kegiatan pelantikan disaksikan oleh pejabat manajerial di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sulteng serta dihadiri para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Sulteng secara langsung dan virtual.











