KOLAKA, beritapalu.ID | PT Vale Indonesia Tbk menggelar kegiatan Panen Bersama Demplot Padi Berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, sebagai kelanjutan dari program penanaman perdana pada November 2025 di tiga desa binaan perusahaan. Hasil panen menunjukkan capaian menggembirakan dengan total sekitar 22 ton gabah dari lahan seluas 36 are.
Pada lahan organik seluas 10 are, varietas Trisakti berhasil menghasilkan 6,9 ton, sementara lahan konvensional seluas 26 are mencatat total panen sekitar 15 ton dari enam varietas yang diuji, yakni PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Program ini juga menerapkan inovasi teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang — berpotensi menghasilkan hingga delapan kali panen dalam satu kali tanam dan memangkas biaya produksi hingga 50 persen.
CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyatakan bahwa program ini mencerminkan pendekatan holistik perusahaan yang tidak hanya berfokus pada pertambangan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat sekitar wilayah operasional.
“Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat. Program demplot padi berkelanjutan ini merupakan bagian dari pendekatan holistik kami untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Salah satu petani yang juga pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka, Salmi, merasakan langsung manfaat pendekatan organik ini. “Dengan sistem organik ini biaya produksi bisa lebih efisien karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain itu harga jual juga lebih baik, sehingga keuntungan yang kami peroleh meningkat,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, S.Sos., MM, mengapresiasi kontribusi PT Vale dan berharap perusahaan tambang lain dapat mengikuti langkah serupa. “Sinergi pemerintah dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan pangan. PT Vale salah satu perusahaan yang turut dalam program tersebut, dan diharapkan perusahaan lain dapat mengikutinya, khususnya di sektor pertambangan,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, S.E., M.Si., serta jajaran Forkopimda Kabupaten Kolaka. Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PT Vale di sektor pertanian telah berjalan sejak 2021 dan hingga Oktober 2025 telah melibatkan 55 petani, termasuk 9 petani perempuan.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya