PALU, beritapalu.ID | Dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat selama bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah (KPw BI Sulteng) telah menyiapkan uang kartal sebesar Rp2,86 triliun. Kesiapan ini dirancang untuk memastikan kelancaran transaksi ekonomi dan meningkatkan kepuasan masyarakat dalam menggunakan Rupiah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Irfan Sukarna menyebutkan, uang yang telah disiapkan terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) nominal Rp100 ribu hingga Rp50 ribu sebesar Rp2,58 triliun dan Uang Pecahan Kecil (UPC) sebesar Rp277,6 miliar.
“Jumlah tersebut disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan uang tunai masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran yang diproyeksikan mencapai Rp1,76 triliun, meningkat 16% dibanding Ramadan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Peningkatan kebutuhan uang tunai dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, serta sektor swasta.
Kedua, tradisi berbagi di bulan Ramadan yang memerlukan penyaluran bantuan sosial sebagai upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat rentan. Ketiga, meningkatnya aktivitas ekonomi akibat faktor musiman, terutama mobilitas masyarakat yang lebih tinggi dan potensi penamahan masa libur oleh pemerintah.
Pada Ramadan 1447 H, Bank Indonesia kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan penukaran uang dan edukasi Rupiah bertajuk Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI). Kegiatan tahunan ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pemenuhan kebutuhan uang Rupiah pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kegiatan SERAMBI mencakup penukaran uang Rupiah dengan berbagai denominasi, penyediaan layanan penukaran uang Rupiah yang menjangkau masyarakat secara luas melalui penyelenggaraan kegiatan di berbagai lokasi, edukasi tentang uang Rupiah yang autentik, dan komunikasi kepada masyarakat terkait Cinta Banggga, dan Paham Rupiah (CBP).
Guna meningkatkan kualitas layanan pemenuhan kebutuhan uang Rupiah, Bank Indonesia Sulawesi Tengah menempuh sejumlah langkah strategis antara lain:
Pertama, peningkatan layanan kas keliling sebanyak 11 kali di Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, serta layanan peduli mudik di Terminal Tipe pada 9 Maret 2026 dan Pelabuhan Donggala pada 12 Maret 2026.
Kedua, penguatan sinergi dengan perbankan melalui pembukaan layanan penukaran uang Rupiah di 26 titik yang tersebar di Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, Luwuk, hingga Pasangkayu, melibatkan 22 bank dengan total 52 frekuensi layanan, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketiga, optimalisasi penggunaan aplikasi PINTAR untuk memastikan proses penukaran uang berjalan tertib, merata, dan transparan.
Sepanjang pelaksanaan SERAMBI 2026 hingga akhir Februari, layanan penukaran uang diperkiraakan dapat mengakomodasi kebutuhan sektor 2.700 penukar. Selanjutnya, pendaftaran penukar melalui PINTAR untuk periode 2—13 Maret 2026 dapat dilakukan mulai 27 Februari 2026 pukul 09.00 WITA, baik melalui jaringan kantor bank terdaftar maupun layanan kas keliling Bank Indonesia.
Bank Indonesia berkomitmen untuk selalu menjaga ketelitian dalam menggunakan Rupiah dengan menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), serta berkolaborasi dengan perbabankan guna terhindar dari pungungan biaya maupun risiko uang palsu.
Hal ini penting sebagai upaya membantu masyarakat untuk menjaga stabilitas harga selama Ramadan. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menukarkan uang Rupiah melalui layanan resmi Bank Indonesia dan perbankan guna terhindar dari pungutan biaya maupun risiko uang palsu, serta senantiasa merawat Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan simbol kedaulatan negara.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya