PALU, beritapalu.ID | Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan tiga program utama yang harus diselesaikan dalam 100 hari kerja kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur dr. Reny A Lamadjido pada Apel Gabungan di Halaman Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (20/2/2026).
Ketiga program utama tersebut adalah penyusunan data akurat, inovasi, dan digitalisasi yang menjadi kunci keberhasilan Program 9 Berani yang telah dicanangkan sejak pelantikan.
“Sejak akhir Desember, kita mulai Januari, Februari, Maret, dan insya Allah nanti kita akan evaluasi di bulan April. Hari ini para pimpinan perangkat daerah telah menandatangani perjanjian. Kalau berhasil tentu reward akan kita berikan, tapi kalau gagal tentu punishment akan kita berikan,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Gubernur menekankan pentingnya data akurat sebagai fondasi perencanaan yang tepat sasaran. Ia menilai selama ini perencanaan di Sulawesi Tengah belum sepenuhnya tepat sasaran karena data yang tidak lengkap.
“Kita tidak mungkin bisa menyelesaikan persoalan kemiskinan di Sulawesi Tengah ini kalau kita tidak tahu siapa yang akan kita keluarkan dari area itu. Sulawesi Tengah ini sangat luas, uang kita terbatas, maka yang harus kita lakukan adalah membuat perencanaan yang terukur dan tepat sasaran,” jelasnya.
Terkait inovasi, Gubernur mengajak seluruh pegawai yang memiliki inovasi untuk memaparkannya kepada pimpinan. Ia berjanji akan membiayai inovasi yang bagus, brilian, dan dapat mensukseskan Program 9 Berani, tanpa memandang jabatan.
Untuk digitalisasi, Gubernur menekankan perlunya meninggalkan pola lama yang masih manual. Ia meminta setiap OPD menyiapkan operator hingga tiga shift selama 24 jam untuk melayani masyarakat melalui command center yang telah dibangun.
“Sekarang ini kita harus tinggalkan pola lama yang selalu melihat energi dari kehadiran fisik. Dengan digitalisasi, semua pekerjaan mudah. Kalau kita pemprov ini masih bekerja secara manual, maka jangan harap kita akan ada kemajuan,” tegasnya.
Gubernur juga menyampaikan capaian selama setahun kepemimpinannya. Berdasarkan hasil BPS 2025, angka kemiskinan Sulawesi Tengah turun dari 11 persen pada 2024 menjadi 10,55 persen, dengan sekitar 35 ribu masyarakat miskin keluar dari kemiskinan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami kenaikan, dan pertumbuhan ekonomi Sulteng bertahan di urutan kedua tingkat nasional setelah Maluku Utara.
Khusus selama bulan Ramadan, Gubernur memberikan kelonggaran jam kerja dengan masuk jam 8 pagi dan pulang jam 3 sore, khususnya untuk pegawai perempuan. Namun, ia meminta tetap menjaga semangat kerja dan memanfaatkan digitalisasi untuk bekerja dari rumah (WFH) jika diperlukan.
Peringatan satu tahun kepemimpinan akan dilaksanakan pada 22 Februari 2026 pukul 15.30 di pelataran Masjid Raya Palu, terbuka untuk seluruh ASN tanpa memandang agama.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya