beritapalu.id
Wednesday, 25 Mar 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
FotoLingkunganPalu

Sampah di Pantai Dupa, Pekerja Daur Ulang pun Bingung

Published: 7 February, 2026
Share
Warga mencari palstik yang bernilai ekonomi di antara tumpukan sampah laut kiriman di Pantai Dupa, Teluk Palu, Sabtu (7/2/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Warga mencari palstik yang bernilai ekonomi di antara tumpukan sampah laut kiriman di Pantai Dupa, Teluk Palu, Sabtu (7/2/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
SHARE

PALU, beritapalu.ID | Pekerja daur ulang itu berdiri sejenak di tepi Pantai Dupa, Teluk Palu. Matanya menyapu tumpukan sampah plastik, potongan kayu hanyut, dan sisa limbah rumah tangga yang menutup garis pantai hingga ke akar-akar mangrove.

“Mau mulai dari mana?” katanya pelan.

Kantong yang dibawanya jelas tak cukup menampung sampah kiriman yang datang hampir setiap hari.

Pemandangan di Pantai Dupa bukan lagi soal pantai yang kotor atau tidak sedap dipandang. Ini potret krisis lingkungan yang nyata, tepat di kawasan mangrove yang seharusnya menjadi penyangga ekosistem Teluk Palu.

Sebagian besar sampah itu bukan berasal dari pantai. Limbah datang dari daratan. Sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Palu, angin dan arus laut membawa plastik sekali pakai, botol minuman, kemasan makanan, hingga barang rumah tangga yang terbuang.

BACA JUGA:  Polda Sulteng Kembali Hasilkan 196 Bintara Polri

Arus laut kemudian mengumpulkannya, menyeret sampah dari berbagai sudut termasuk dari luar, lalu menumpuknya di Pantai Dupa. Mangrove yang berfungsi melindungi garis pantai justru berubah menjadi perangkap alami bagi sampah-sampah tersebut.

Bagi warga sekitar, kondisi ini sudah lama menjadi rutinitas yang melelahkan. Setiap kali air laut pasang atau surut, gelombang sampah kembali datang. Relawan dan komunitas lingkungan sesekali membersihkan pantai, namun jumlahnya jauh lebih besar dibanding tenaga yang tersedia. Pemulung yang biasanya mencari plastik bernilai jual pun sering menyerah. Sampah terlalu tercampur dengan kayu, dan limbah organik.

Dampaknya terasa langsung. Mangrove yang tertutup sampah kehilangan fungsinya sebagai penyerap karbon dan tempat hidup biota laut. Nelayan kecil mengeluhkan hasil tangkapan yang makin tidak menentu. Anak-anak yang dulu bermain di pantai kini jarang mendekat. Pemandangan tumpukan sampah membuat Pantai Dupa terasa asing bagi warganya sendiri.

BACA JUGA:  Upacara Melasti, Ritual Penyucian Diri dan Alam Semesta

Fenomena ini memperlihatkan rapuhnya pengelolaan sampah di perkotaan. Palu, sebagai ibu kota provinsi, masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan sistem pengolahan limbah. Sampah yang tak selesai di darat akhirnya mengalir ke laut, menjadikan Teluk Palu sebagai tempat pembuangan akhir yang tidak pernah direncanakan.

Di tengah situasi itu, masih ada upaya-upaya kecil yang memberi harapan. Komunitas lokal mulai rutin menggelar aksi bersih pantai. Sekolah-sekolah mengenalkan bahaya plastik sekali pakai kepada siswa. Pemerintah kota pun mulai membicarakan penguatan regulasi dan pengelolaan sampah dari hulu. Foto-foto dari Pantai Dupa menjadi pengingat keras bahwa laut bukan tempat membuang sisa hidup kita, dan mangrove bukan ruang menimbun limbah.

BACA JUGA:  Bus Trans Palu Ujicoba Awal Agustus, Operasional di Oktober 2024

Ini  tidak hanya merekam kondisi Pantai Dupa hari ini. Ia juga mengajak bercermin. Sampah kiriman di Teluk Palu adalah hasil dari kebiasaan sehari-hari yang dibiarkan terlalu lama. Jika pemulung saja kebingungan harus memulai dari mana, maka jawabannya jelas: perubahan harus dimulai dari kita sendiri, sebelum teluk ini benar-benar tenggelam oleh sampah.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by beritapalu.ID (@beritapalu_id)

Reporter: Basri Marzuki

Editor: beritapalu

TAGGED:mangrovepantai dupasampahsampah plastikteluk palu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Wawali Imleda Liliana Muhidin pada peresmian Vamoz Padel di Palu, Sabtu (7/2/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri) Wawali Imelda Apresiasi Pertumbuhan Olahraga Padel di Palu
Next Article Sejumlah prsonel Polres Parimo turun tangan membantu memadamkan kebakaran lahan di Desa Uwevolo, Parimo, Jumat (6/2/2026) (©Humas Polres Parimo) Personel Polres Parimo Bantu Padamkan Titik Api di Desa Uwevolo

Berita Terbaru

Personel Basarnas di lokasi wisata Pantai Tanjung Karang, Donggala, Selasa (24/3/2026). (©Basarnas Palu)
Donggala

Basarnas Palu Pantau Sejumlah Lokasi Wisata Pascalebaran

24 March, 2026
Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi pada Anev Kamtibmas melalui zoom meeting di Pantai Tanjung Karang Donggala, Selasa (24/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Donggala

Kapolda Ikuti Anev Arus Balik Langsung dari Pantai Tanjung Karang Donggala

24 March, 2026
Persiapan Unit Siaga SAR Tolitoli menuju lokasi pendaki yang tersesat di Gunung Dako, Selasa (24/3/2026). (©Basarnas Palu)
Tolitoli

Dua Pendaki Tersesat di Gunung Dako Tolitoli, Tim SAR Bergerak ke Lokasi

24 March, 2026
Tim Kesehatan memeriksa tekanan darah anggota TNI yang bertugas di Pos Pam Towua, Selasa (24/3/2026). (©Humas Polresta Palu)
Palu

Tim Kesehatan Ops Ketupat Tinombala 2026 Kunjungi Pos Pam Towua

24 March, 2026
Pedagang menyiapkan dagangannya di Pasar Tradisional Dolo, Sigi, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Pagi di Pasar Tradisional Dolo, Lebaran Belum Benar-benar Usai

24 March, 2026

Berita Populer

Pedagang menyiapkan dagangannya di Pasar Tradisional Dolo, Sigi, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Pagi di Pasar Tradisional Dolo, Lebaran Belum Benar-benar Usai

24 March, 2026
Warga keturunan Arab menari pad atradisi Iwwadh di palu, Minggu (22/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Iwwadh, Ketika Komunitas Arab Palu Merayakan Lebaran dengan Cara Mereka

22 March, 2026
Sejumlah warga berisap menaiki bus TransPalu di Palu, Senin (23/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Tamasya Keliling Kota dengan Bus TransPalu, Gratis

23 March, 2026
Personel Basarnas di lokasi wisata Pantai Tanjung Karang, Donggala, Selasa (24/3/2026). (©Basarnas Palu)
Donggala

Basarnas Palu Pantau Sejumlah Lokasi Wisata Pascalebaran

24 March, 2026
Wali Kota Hadianto mengamati trotoar di Jalan Suiprapto Palu, Senin (23/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Imron)
Palu

Usai Lebaran, Wali Kota Palu Susuri Jalan Protokol Pantau Kondisi Kota

23 March, 2026

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Penumpang turun dari KM Dorolonda di Pantoloan, Senin (23/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Arus Balik Lebaran, KM Dorolonda Turunkan 512 Penumpang di Pantoloan

beritapalu
Vlad Alexandru Tataru (kedua kiri), WAN Jerman dideportasi oleh Imigrasi Palu, Senin 23/3/2026). (©DItjen Imigrasi Palu)
Hukum-Kriminal

Kumpulkan Flora TNLL Tanpa Izin, WNA Jerman Dideportasi dari Palu

beritapalu
Petugas berjaga di Pantai Kampung Nelayan, Minggu (22/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Satgas Ketupat Tinombala Perketat Pengamanan di Obyek Wisata

beritapalu
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid (ketiga kiri) bersama Gubernur Sulteng periode 2021-2024, Rusdy Mastura membaca naskah khutbah tertulis usai melaksanakan shalat Id di Lapangan Vatulemo Palu, Sabtu (21/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Mantan Gubernur Rusdy Mastura Lebih Memilih Shalat Id di Vatulemo

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?