PALU, beritapalu.ID | Lima belas warga negara Filipina yang sebelumnya terdampar di Perairan Kabupaten Buol kini menjalani masa karantina dan pemulihan di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu sejak Minggu (25/1/2026) pagi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Filipina di Manado untuk mempersiapkan proses pemulangan mereka. Pemeriksaan melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) akan dilakukan untuk memvalidasi identitas guna menghindari kesalahan status kewarganegaraan.
“Kami harus memastikan apakah betul mereka warga Filipina atau warga Malaysia yang mahir berbahasa Filipina, karena kasus seperti itu pernah kami ungkap sebelumnya. Kami juga sudah mendapat instruksi dari Plt. Dirjen Imigrasi untuk segera berkoordinasi dengan Konsulat Filipina,” jelas Akmal.
Kasubsi Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Palu, Andhika Ramawardana, menjelaskan bahwa pihaknya telah memfasilitasi seluruh kebutuhan logistik para deteni selama masa karantina dengan menyesuaikan menu makanan sesuai kebiasaan warga Filipina.
“Untuk kebutuhan pangan, kami sudah siapkan ubi karena mereka lebih condong makan ubi daripada nasi. Ikan juga kami siapkan untuk diolah. Pakaian dan peralatan mandi pun sudah tersedia di ruang detensi,” ujar Andhika.
Pemeriksaan intensif untuk memastikan status kewarganegaraan mereka akan dilakukan pada hari Senin (27/1/2026), menunggu kondisi kesehatan mereka pulih sepenuhnya. Berdasarkan keterangan rumah sakit pada Jumat lalu, kondisi kesehatan mereka secara umum dinyatakan stabil dan baik.
Terkait waktu pemulangan, Akmal menyebutkan bahwa hal tersebut akan sangat bergantung pada kesiapan dokumen perjalanan (travel document) dan akomodasi dari pihak Konsulat.
“Kami upayakan secepatnya, jika mungkin dalam minggu ini. Setelah hasil kuesioner dari Konsulat selesai dan dokumen perjalanan keluar, mereka akan segera dipulangkan ke negara asal,” pungkasnya.
Moda transportasi pemulangan ke-15 warga Filipina tersebut juga tergantung dari Konsulat Filipina.
“Jadi tergantung mereka, apakah harus menggunakan pesawat udara, atau dibawa ke Manado untuk diseberangkan dengan kapal laut,” imbuh Akmal.
Sebelumnya, ke-15 warga Filipina itu terdampar di perairan Buol setelah 13 hari terombang-ambing di lautan dalam perjalanan dari Malaysia ke Filipina. Seluruhnya berjumlah 17 orang, namun dalam perjalanan tersebut, dua orang di antaranya nekat melompat ke laut untuk mencari bantuan.
Mereka akhirnya ditolong oleh nelayan di Buol dan membawanya ke darat. Sedangkan kedua anggota rombongan yang nekat melompat ke laut itu belum diketahui nasibnya.
Pimpinan rombongan Bernama Banjir mengaku, selama terkatung-katung di laut itu, mereka hanya meminum air hujan dan sesekali air laut. Tidak ada makanan sama sekali. Mereka terdampar karena perahu yang ditumpanginya menabrak pohon dan bocor.
Mereka tiba di Kantor Imigrasi Palu pada Minggu (25/1/2026) pagi setelah dijemput langsung dari Kabupaten Buol oleh petugas Imigrasi dan saat ini menjalani pemulihan di ruang detensi Kantor Imigrasi Palu.
View this post on Instagram
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya