PALU, beritapalu.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 263 kejadian bencana terjadi di wilayah Sulawesi Tengah sepanjang tahun 2025. Banjir menjadi jenis bencana paling dominan dengan 162 kejadian, disusul angin puting beliung sebanyak 35 kejadian, dan tanah longsor 18 kejadian.

Berdasarkan infografis yang dirilis Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BPBD Sulteng, Minggu (4/1/2026), Kabupaten Parigi Moutong menjadi wilayah dengan kejadian bencana tertinggi, mencapai 50 kejadian. Disusul Kabupaten Buol dengan 33 kejadian, serta Kabupaten Toli-Toli dan Kabupaten Poso masing-masing 31 dan 27 kejadian.
Sementara itu, Kabupaten Donggala mencatat 27 kejadian, Kabupaten Morowali Utara 22 kejadian, Kabupaten Banggai 16 kejadian, Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Sigi masing-masing 15 kejadian, serta Kabupaten Morowali 10 kejadian. Wilayah dengan kejadian bencana terendah adalah Kota Palu dan Kabupaten Banggai Kepulauan masing-masing 6 kejadian, serta Kabupaten Banggai Laut 5 kejadian.
Korban dan Kerusakan
Rangkaian bencana sepanjang 2025 mengakibatkan 14 orang meninggal dunia, 67 orang luka-luka, dan 7 orang hilang. Sebanyak 12.304 kepala keluarga atau 24.783 jiwa mengungsi, dengan tambahan 1.893 KK atau 7.752 jiwa di lokasi lainnya.
Dari segi kerusakan infrastruktur, tercatat 883 unit rumah rusak berat, 39 unit rumah rusak sedang, dan 139 unit rumah rusak ringan. Kerusakan juga menimpa 8.969 jembatan, 110 saluran irigasi, 2.036 sekolah, serta 286 pasar.
Fasilitas umum lainnya yang terdampak meliputi 21 sarana peribadatan, 20 fasilitas kesehatan, 59 jembatan darurat, 34 tambak, dan 6 fasilitas umum lainnya. Selain itu, tercatat kerusakan jalan sepanjang 2 kilometer.
Jenis Bencana
Selain banjir (162 kejadian) dan angin puting beliung (35 kejadian), jenis bencana lain yang tercatat adalah tanah longsor (18 kejadian), banjir rob (14 kejadian), abrasi pantai (10 kejadian), banjir dan tanah longsor (10 kejadian), banjir dan tanah longsor (7 kejadian), gempa bumi (6 kejadian), serta kebakaran hutan dan lahan (1 kejadian).
Data ini menjadi evaluasi penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi mitigasi dan penanggulangan bencana yang lebih efektif di tahun 2026. BPBD Sulteng dapat dihubungi melalui nomor 0811-4032-247 atau melalui website pusdalops.bpbdsulteng.com untuk informasi lebih lanjut terkait penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya