PALU, beritapalu.ID | Di tengah kekhawatiran kecerdasan buatan (AI) akan menggeser berbagai profesi, jurusan Informatika kini mengalami peningkatan peminat. Hal ini terjadi karena teknologi AI tetap membutuhkan tenaga ahli yang mampu merancang, mengembangkan, dan mengelola sistem.
Berbagai pekerjaan seperti admin, customer service, hingga analis data level dasar mulai tergeser oleh teknologi AI. Namun, lulusan Informatika berada di posisi berbeda karena mereka bukan sekadar pengguna teknologi, melainkan perancang di balik sistem AI, data, dan aplikasi digital.
Melalui pendidikan Informatika, mahasiswa tidak hanya belajar pemrograman, tetapi juga memahami cara berpikir komputasional, menganalisis masalah, dan mencari solusi berbasis teknologi. Kemampuan ini membuat lulusan Informatika tetap relevan meski banyak pekerjaan lain mulai tergantikan.
Profesi seperti Software Developer, Data Scientist, dan AI Engineer justru semakin dibutuhkan seiring perkembangan teknologi. Perusahaan kini bergantung pada data dan sistem digital, sehingga kemampuan mengolah data, membangun aplikasi, dan memahami kecerdasan buatan menjadi nilai tambah besar di dunia kerja.
Perkembangan dunia kerja yang makin digital membuat perusahaan mencari talenta yang fleksibel dan siap beradaptasi. Dengan bekal keilmuan Informatika, peluang karier terbuka luas dan tidak terpaku pada satu bidang saja.
Sejumlah perguruan tinggi kini mengembangkan Program Studi Informatika untuk menjawab tantangan tersebut. Kampus kini banyak yang mengklaim sebagai Kampus Digital Kreatif dan berjuang untuk mendapatkan akreditasi Unggul.
Begitu pula dengan Prodi Informatikanya, dirancang agar relevan dengan kebutuhan industri, dilengkapi dengan mata kuliah seperti Data Mining dan Big Data Analytics, Rekayasa Perangkat Lunak, hingga Pemrosesan Citra Digital yang aplikatif dan kontekstual.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya