beritapalu.id
Tuesday, 10 Mar 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Opini

Keikhlasan Guru: Cahaya di Tengah Bayang-Bayang Stigma

Published: 20 August, 2025
Share
Ilustrasi kegiatan belajar di sekolah. (©bmzIMAGES/basri marzuki)
Ilustrasi kegiatan belajar di sekolah. (©bmzIMAGES/basri marzuki)
SHARE
Dr. Kamridah, M. Th.I (©dok. pribadi)
Dr. Kamridah, M. Th.I

DI sebuah sekolah negeri di pinggiran Kota, pak Ahmad tetap datang setiap pagi meski gajinya kerap terlambat berbulan-bulan. Ia membawa modul fotokopian dari kantong pribadi, karena sekolah tak mampu menyediakan buku yang layak. Ketika orang tua murid mengeluh soal kualitas Pendidikan, ia yang disalahkan. Ketika anggaran pendidikan dipotong, ia yang pertama merasakan dampaknya. Namun, setiap hari pak Ahmad tetap berdiri di depan kelas, dengan senyum tulus dan semangat yang tak pernah surut.

Ironi ini terjadi di seluruh Indonesia. Guru, yang sebenarnya menjadi ujung tombak kemajuan bangsa, justru kerap dipandang sebagai “beban” oleh berbagai pihak. Pemerintah menganggap mereka beban anggaran. Masyarakat menganggap mereka kambing hitam atas rendahnya kualitas pendidikan. Media massa sering menggambarkan profesi guru sebagai pilihan terakhir bagi mereka yang “tidak mampu” meraih profesi lain. Namun dibalik stigma negative ini, tersimpan keikhlasan yang luar biasa. Keiklasan yang menjadi fondasi sesungguhnya dari sistem pendidikan kita yang masih bertahan hingga kini.

BACA JUGA:  Pengukuhan 84 Guru Profesional Program PPG di UIN Datokarama

Data Kemendikbudristek 2024 menunjukkan bahwa 85% guru di Indonesia masih menggunakan dana pribadi untuk keperluan mengajar. Mereka membeli spidol, kertas, bahkan memperbaiki fasilitas sekolah dengan uang sendiri. Survey Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD) menemukan bahwa 67% guru rela bekerja lembur tanpa imbalan tambahan demi kesuksesan siswa-siswanya. Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah potret keikhlasan yang terukur, dedikasi yang terdokumentasi.

Mengapa mereka beratahan? Jawabannya sederhana namun mendalam; cinta pada profesi dan tanggung jawab moral terhadap generasi penerus bangsa.

Bu Sari, Guru SD di Flores, bercerita bagaimana ia rela menempuh perjalanan dua jam setiap hari melintasi bukit berbatu hanya untuk mengajar 15 siswa didesanya. “Kalau saya tidak datang, siapa yang akan mengajari mereka membaca? ujarnya dengan mata berbinar.

Pak Joko di Kalimantan menjual hasil kebun singkong untuk membiayai internet sekolah agar siswanya bisa mengakses materi pembelajaran digital. “Mereka harus punya kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota”,  tegasnya.

BACA JUGA:  Murid SDN Poboya Shalat Gaib dan Galang Donasi Untuk Korban Gempa Turki

Namun, keiklasan bukan berarti kita boleh terus membebani guru secara tidak adil. Ketika sistem gagal, guru yang disalahkan, ketika siswa tidak berprestasi, guru yang dituding. Ketika fasilitas sekolah rusak, guru yang harus memperbaiki dengan dana pribadi. Ini bukan hanya tidak adil, tetapi kontraproduktif. Bagaimana kita bisa mengharapkan kualitas pendidikan yang baik jika kita terus memperlakukan guru sebagai “beban” alih-alih asset berharga?

Sudah saatnya kita mengubah paradigma, keikhlasan guru bukan alasan untuk mengeksploitasi dedikasi mereka, tetapi justru menjadi motivasi untuk memberikan dukungan maksimal.

Pertama, pemerintah harus memastikan kesejahteraan guru melalui gaji yang layak dan fasilitas mengajar yang memadai. Kedua, masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap profesi guru- dari “pekerjaan sampingan” menjadi profesi mulia yang membutuhkan kompetensi tinggi. Ketiga, media massa harus lebih berimbang dalam memberitakan dunia pendidikan, tidak hanya menyoroti kekurangan tetapi juga menghargai perjuangan guru.

BACA JUGA:  Jumlah Guru dan TK di Kota Palu 2022

Keikhlasan guru Indonesia adalah modal sosial yang tak ternilai. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang setiap hari berjuang membentuk karakter dan intelektualitas generasi penerus. Tanpa keiklasan mereka, sistem pendidikan Indonesia mungkin sudah runtuh sejak lama. Kini saatnya keiklasan itu di balas dengan penghargaan yang setimpal. Bukan hanya dalam bentuk pujian di hari guru, tetapi melaui kebijakan yang pro-guru, dukungan masyarakat yang konsisten, dan pengakuan bahwa guru adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa.

Karena di balik setiap keikhlasan guru, tersimpan harapan akan Indonesia yang lebih baik. Dan harapan itu, layak untuk diperjuangkan bersama.

“Guru yang ikhlas tidak mengajar karena dia dibayar, tetapi dibayar karena dia mengajar dengan hati”  

———

*) Dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Datokarama Palu

Editor: beritapalu

TAGGED:gurukamridah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Komisioner KPID Sutleng pada kunjungan ke Balai Monitor SFR di marawola, Sigi, Rabu (20/8/2025). (©KPID Sutelgn) KPID Sulteng Kunjungi Balmon Palu Bahas Pengawasan Penyiaran Radio
Next Article Anggota Propam Polresta Palu memeriksa senjata api milik personel di mapolresta Palu, Rabu (20/8/2025). (©Humas Polresta Palu) Propam Polresta Palu Periksa Kelengkapan Senjata Api Personel

Berita Terbaru

Wali Kota Hadianto pada buka puasa bersama para Ketua RT dan RW se Kota Palu, Senin (9/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Pemkot Palu Siapkan Proyek Silabeta dan Pasar Inpres, Rampung 2027

9 March, 2026
Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar di Makodim 1427/Pasangkayu, Senin (9/3/2026). (©Pendam23/PW)
Militer

Kunker ke Kodim 1427/Pasangkayu, Pangdam Tekankan Disiplin dan Marwah Satuan

9 March, 2026
Ilustrasi. (©AI Generative)
Headline

Karhutla Kembali Terjadi di Toboli–Avolua Parigi Moutong

9 March, 2026
Kapolda Sulteng Irjen Pol ENdi Sutendi membagikan takjil gratis kepada pengendara ojol di Palu, Senin (9/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Polda Sulteng Bagikan 1.000 Paket Takjil kepada Ojol dan Pengguna Jalan

9 March, 2026
Para pemegang saham pada RUPST Bank BNI di Jakarta, enin (9/3/2026). (©PT BNI)
Bisnis

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13,03 Triliun dan Buyback Saham Hampir Rp1 Triliun

9 March, 2026

Berita Populer

Para penyintas bencana yang menghuni Huntap Mandiri Mamboro berfoto dengan manajemen AirAsia di Hunta Mamboro, Sabtu (7/3/2026). (©Heri)
Feature

Saat Penyintas Mamboro Bertemu AirAsia yang Membantu Mereka Bangkit

8 March, 2026
Ilustrasi. (©Chandra Asri)
Bisnis

Imbas Ketegangan Selat Hormuz, Chandra Asri Umumkan Force Majeure

8 March, 2026
Ilustrasi. (©AI Generative)
Headline

Karhutla Kembali Terjadi di Toboli–Avolua Parigi Moutong

9 March, 2026
Anggota Komisi III DPR, Sarifudin Sudding pada kunker reses di mapolda Sulteng, Kamis (5/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Hukum-Kriminal

Komisi III DPR Nilai Peredaran Narkoba dan PETI di Sulteng Sudah Serius

7 March, 2026
Ilustrasi Posko Pengaduan THR oleh AJI Palu. (Foto: ANTARA/Basri Marzuki)
Komunitas

AJI Kota Palu Buka Posko Pengaduan THR untuk Jurnalis dan Pekerja Media

7 March, 2026

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Ilustrasi. (©AI Generative)
Opini

Dongi-Dongi: Ketika Tambang, Narasi “Enclave”, dan Keberanian Negara Diuji

beritapalu
Asisten Kesra Setda Kota Palu, Usman pada Usmanpada Profiling Magang ke Luar Negeri (Malaysia) bagi guru jenjang SD dan SMP se-Kota Palu, Senin (2/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

20 Guru Palu Siap Magang ke Malaysia, Diseleksi dari Empat Kompetensi Utama

beritapalu
Ilustrasi (©AI Generative)
Opini

Melawan ‘Zero-Click’ dengan Jurnalisme Layanan

beritapalu
Ilustrasi (AI Generative)
Opini

Menu Bergizi? Menakar Martabat Rakyat Lewat Kantong Plastik

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?