beritapalu.id
Friday, 23 Jan 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
BisnisPosoTravel

Kopi Ngamba, Inisiatif Kembalikan Kejayaan Kopi di Lembah Lore

Published: 3 July, 2023
Share
Produk Kopi Ngamba, Kampai Behoa diperagakan model di kawasan megalit patung Tadulako, Barisi, Lore Tengah, Poso, Sabtu (17/6/2023). (Foto; bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Produk Kopi Ngamba, Kampai Behoa diperagakan model di kawasan megalit patung Tadulako, Barisi, Lore Tengah, Poso, Sabtu (17/6/2023). (Foto; bmzIMAGES/Basri Marzuki)
SHARE

ENTAH yang ke berapa kalinya saya melewati jalan ini dan setiap kalinya dengan perubahannya sendiri, dari tanah berbatu menjadi aspal sebagian, dari kubangan menjadi lubang-lubang kecil sebagian, tapi sebagiannya lagi sudah diperlebar. Namun di antara perubahan yang terjadi itu, menurut saya yang menohok adalah vegetasi tanaman di kiri kanan jalan.

Memasuki Kecamatan Lore Tengah, Poso, Sulawesi Tengah, sisi jalan yang dulunya rimbun dengan tanaman kakao, kini sebagiannya berganti dgn kopi. Hamparan tanaman kopi itu menghijau di lereng-lereng perbukitan, apik dalam jejeran yang berpola. Ini pasti sengaja ditanam, bukan tumbuh liar begitu saja lalu diklaim “itu milikku”, pikirku.

Tanaman kopi itu membuat pikiran saya di sisa tempuh menuju Desa Bariri, tempat di gelarnya Festival Tampo Lore jadi penuh harap. Pasti ada kopi setempat yang bisa dinikmati dalam gelayut dingin di hamparan savana yang jauh dari polusi.

Rupanya Tuhan tahu harapan itu dan tepat setelah tenda saya dirikan di kawasan camping ground yang disediakan panitia, sebuah notifikasi dari facebook sy buka.

“Kalau lagi diskusi, baku sogol, ba susupositif dengan kawan-kawan, yah selalu lupa waktu, sambil menikmati secangkir kopi Ngamba Kampai Behoa yang diproduski anak muda  Desa Hanggira”, begitu pesan tersebut lengkap dengan foto produk kopi yang sudah dikemas berlatar persawahan dari @Chymenk.

Chimenk adalah aktivis perempuan, pemerhati budaya dan juga penggerak anak muda di desa itu. Saya mengenalnya ketika ia bersama anak muda di desa itu menggelar Kemah Budaya dua tahun lalu, tempatnya di sekitar arca patung Tadulako.

BACA JUGA:  Bateman Road to Café: Saat Musik Indie akan Bertemu Secangkir Kopi di Hanhau

Tidak sampai kalap, tapi saya berjingkrak usai membaca pesan itu dan seketika itu juga saya membalasnya dengan menyertakan detail posisi dan warna tenda saya yang berada di antara sekitar 30-an tenda sejenis.

Meski terbilang berada di pelosok, namun sarana komunikasi kali ini lebih baik dibanding dua tahun lalu. Sehingganya warga setempat pun bisa menikmati asyiknya bermedsos dan mencicipi teknologi artificial  intelligence walau untuk mengaksesnya harus berada di zona tertentu.

“Jaringan ini baru sekitar dua bulan lalu,” sebut Chimenk ketika bertandang ke tenda saya sembari membawa sebungkus kopi bermerek “Kopi Ngamba” berslogan “Kampai Behoa”.

@Angky Torae, anak muda Desa Hanggira yang memproduksi kopi itu ternyata juga terlibat dalam kepanitiaan festival itu. Saya tidak harus kemana-mana untuk mencarinya karena secara real time selalu ada di tempat itu.

Angky bercerita tentang inisiatif memproduksi Kopi Ngamba itu. “Saya ingin mengembalikan kejayaan kopi dari Lembah Lore ini,” kata Angky memulai ceritanya. Ia mengaku lahir, tumbuh, dan besar serta dapat mengenyam pendidikan dari kopi yang dihasilkan dari kebun kopi orangtuanya dulu.

“Dulunya, orang-orang disini adalah petani kopi, termasuk bapak saya. Setelah kakao masuk, hampir semua tanaman kopi ditebang dan diganti dengan kakao. Nah sekarang kakao kurang menjanjikan lagi sehingga orang-orang kembali menanam kopi yang sesungguhnya adalah pekerjaannya memang begitu dulu,” terang Angky.

BACA JUGA:  Kelompok Perempuan Desa Bariri Kembangkan Kerajinan HHBK

Dulu, lanjut pemuda 28 tahun ini, kopi dari Lembah Lore cukup dikenal. Ia khas dengan cita rasanya dan tidak saja dikonsumsi oleh warga setempat tapi juga dikirim ke luar melalui perdagangan. Kopi tidak saja menjadi ritual khas setiap ada hajatan, tapi juga menjadi jamuan wajib bagi setiap pertemuan, terlebih bagi tamu-tamu yang berkunjung ke desa.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulawesi Tengah menyebutkan, luas dan produksi tanaman kopi di Kabupaten Poso saat ini mencapai 1.266 hektare dengan jumlah produksi 737 ton per tahun. Khusus jenis kopi Arabica luas arealnya baru sekitar 257 hektare dengan produksi 147 ton per tahun.

“Kenapa harus mengonsumsi kopi dari luar kalau kita punya kopi sendiri yang di masa lalu sangat dihargai dan bahkan menjadi budaya kita,” tandas Angky.

Dari situlah Angky memulainya. Kebun pemberian orang tuanya yang sebelumnya ditanami jagung dan rupa-rupa tanaman palawija disulap menjadi areal kebun kopi. Kebun kopi itu dalam ukurannya tidaklah luas, namun cukuplah katanya untuk memulai pengembalian kejayaan kopi Lembah Lore itu.

Membuka-buka sejarah, berguru pada pada ahlinya, menjalin relasi dan kemitraan, menggaet anak muda setempat, merancang produk dan kemasannya, mengumpul modal kecil-kecil, jadilah Kopi Ngamba itu. “Ini baru beberapa sebulan lalu, dan jumlahnya masih belum banyak,” bebernya.

BACA JUGA:  Gubernur Dorong Festival Tampolore Untuk Kkenalkan Pariwisata Poso ke Level Dunia

Terminologi “Kopi Ngamba” dipilih sebagai brand. Ngamba adalah salah satu dari dua distrik di lembah Behoa. Ngamba menjadi merek karena secara geografis diproduski di distrik itu. Sedangkan slogan “Kampai Behoa” yang berarti “Behoa yang selalu dijaga”. Filosofinya, mengonsumsi Kopi Ngamba akan selalu menyiratkan pada tanah leluhur Behoa yang harus selalu dijaga. Kampai Behoa juga menjadi nama lembaga yang didirikan anak-anak muda di wilayah itu dan berkegiatan positif untuk membangun citra dan menjaga budaya, seni, tradisi, dan lingkungan di Behoa.

Umumnya kopi yang ditanam warga setempat adalah jenis Robusta. “Tapi jenis Arabica juga dapat tumbuh dengan baik di lembah ini,” kata Kang Ade, pegiat kopi yang banyak mendampingi petani kopi di berbagai wilayah di Kabupaten Poso dan Sigi dan secara kebetulan juga hadir di momentum itu.

“Anak-anak muda di sini punya latar belakang perkopian dari orang-orang tuanya dulu, sehingga hanya dengan sedikit sentuhan saja, seperti teknologi, processing, pascapanen, mereka akan dapat menjadi petani kopi dan mungkin juga pebisnis kopi yang handal,” kesan Kang Ade.

Angky bersyukur dan bahkan mau terlibat dalam kepanitiaan festival Tampo Lore itu, karena baginya ini adalah kesempatan untuk menyuarakan budaya Tampo Lore yang di dalamnya implisit tentang kopi dan kekhasan lainnya. (bmz)

Editor: beritapalu

TAGGED:angky toraebehoakampai behoakopikopi ngambalore tengahmegalitpatungtadulako
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Futsal, moncong bulo muda Klub Moncong Bulo Muda Asal Sulteng Juarai Liga Futsal Nusantara 2023
Next Article polisi Naik pangkat Sumringah Ketika 18 Anggota Polisi di Porlesta Palu Naik Pangkat

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan mengevakuasi dua nelayan yan hanyut setelah rompong mereka pusut di Teluk Tomini, Parimo, Kamis (22/1/2026). (©Basarnas Palu)
Parigi Moutong

Dua Nelayan yang Hanyut di Teluk Tomini Ditemukan Selamat

22 January, 2026
Evauasi korban pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Enam Korban Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung

22 January, 2026
Evauasi pack body part di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Sembilan Pack Body Part di Lokasi Kecelakaan Pesawat

22 January, 2026
Foto bersama usai coffee morning di lapangan Vatulemo Palu, Kamis (22/1/2026). (©Humas Polresta Palu)
Palu

Coffee Morning, Kapolresta Palu Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan

22 January, 2026
Rapat virtual bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tentang penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan, Kamis (22/1/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Palu

Kanwil Ditjenpas Sulteng Dorong Pembentukan PKBM di Lapas dan Rutan

22 January, 2026

Berita Populer

Foto

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Alam Buntiede di Desa Padende

25 October, 2021

Pelaku Pembunuhan di Taman Ria Akhirnya Ditangkap Polisi

28 July, 2021
Komunitas

Tak Ada Perempuan, Sikola Mombine “Gugat” SK Penetapan Anggota KPID Sulteng

10 January, 2022
Morowali Utara

Perahu Terbalik Dibawa Arus, Seorang Warga masih Dicari

14 December, 2021
Parigi Moutong

Banjir di Sidoan Barat Seret Seorang Warga

3 January, 2022

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, (tengah) pada RDP denagn DPR, Selasa (20/1/2026). (©Pt Vale Indonesia)
Bisnis

PT Vale Sampaikan Komitmen Hilirisasi Nikel dalam RDP Komisi XII DPR RI

beritapalu
Aktivitas layanan konsumen pada libut Naru. (©Telkomsel)
Bisnis

Telkomsel Pamasuka Catat Lonjakan Trafik Data 11,21% Selama Periode NARU

beritapalu
Dankodaeral VI saat mengunjungi PT Vale Indonesia IGP Morowali, Rabu (14/1/2026). (©PT Vale Indonesia)
Bisnis

Dankodaeral VI Kunjungi Proyek IGP Morowali PT Vale

beritapalu
Kakanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan memanen jagung di Kebun Sarana Asimiliasi dan Edukasi Lapas Kelas IIA Palu di Desa Langaleso, Sigi, Kamis (15/1/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Bisnis

Ditjenpas Sulteng Panen, Hasil Penjualan untuk Korban Bencana Sumatera

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?