beritapalu.id
Tuesday, 10 Mar 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
BisnisPalu

KEK Palu Target Serap Tenaga Kerja Puluhan Ribu, Sudah Siap?

Published: 21 October, 2021
Share
SHARE
Suasana di pintu masuk kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu Jumat (15/10/2021). (Foto : Tim Pasopati Fellowship Journalism (PJF) Auriga Nusantara, Palu).

PALU, beritapalu | Keterbatasan pengetahuan mesin industri, disebut menjadi kendala minimnya serapan tenaga kerja lokal, di kawasan ekonomi khusus Palu. Sementara, hingga kini sarana pendidikan industri masih juga belum siap.

Ali Misi, warga Kelurahan Pantoloan, sedang bersantai di depan rumahnya yang berbatasan langsung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, menikmati hari libur kerjanya sebagai sekuriti di kawasan tersebut.

Usia Ali memang tidak muda, tapi perawakannya tampak kuat seperti penjaga keamanan kebanyakan. Ali bilang, hanya dengan modal itu dia bias tetap bekerja di sana sejak tahun 2016.

Tak punya keahlian lain, Ali “nerimo” saja bekerja di sana dengan gaji jauh dari layak. Padahal, dia bilang, di kawasan industri itu, urusannya bukan sekadar nongkrong di pos jaga pintu masuk, melainkan juga memastikan aset di kawasan itu aman.

Beruntung ada anggota keluarganya yang tinggal serumah dengannya, yang membantu menopang kehidupannya. “Gaji saya Rp500 ribu perbulan sejak 2016. Sebenarnya Rp550 Ribu, karena saya tidak punya kartu ATM jadi dipotong Rp 50 Ribu,” cerita Ali.

Situasi yang dialami Ali adalah kondisi yang jamak di Kecamatan Tawaeli, lokasi KEK Palu.

Camat Tawaeli, Mohammad Afandi Yotolemba, mengatakan situasi itu seperti sebuah anomali dan menunjukkan belum bermanfaatnya KEK Palu yang berlabel Proyek Nasional bagi masyarakat sekitar.

“Warga Tawaeli yang bekerja di KEK mayoritas sebagai sekuriti dan buruh kasar,” ungkap Afandi.

Padahal, kata Afandi, KEK Palu menjadi harapan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian, terlebih setelah sebagian besar warga terdampak bencana alam pada tahun 2018 lalu.

Tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu tahun 2019, terdapat 4.624 kepala keluarga yang bermukim di lima kelurahan pada kecamatan sebelah utara Palu. Dari jumlah itu, sebanyak 1.775 tergolong keluarga pra-sejahtera berdasarkan data PKH Kota Palu tahu 2021.

BACA JUGA:  Sekda Palu "Jualan" pada Program Jamila di CFD Vatulemo

KEK Palu dan Angan-Angan Besar Ketenagakerjaan, Tapi…

Aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Pantoloan Palu, Jumat (15/10/2021). Para buruh dilokasi itu mayoritas adalah pemuda yang tinggal disekitar kawasan ekonomi khusus Palu. (Foto : Tim Pasopati Fellowship Journalism (PJF) Auriga Nusantara, Palu).

Sebagai salah satu proyek strategis nasional, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu diproyeksikan akan mampu menyerap 51.000 tenaga kerja, sudah termasuk tenaga kerja lokal.

Dalam dokumen profile KEK yang diterbitkan pengelola kawasan ini, Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), serapan tenaga kerja itu ditunjang oleh 30 tenan atau perusahaan yang akan berinvestasi di lokasi itu.

Walau begitu, sejak dicanang tahun 2014, hingga Februari 2021,  baru tujuh perusahaan yang beroperasi dengan serapan tenaga kerja sebanyak 936 orang.

Data pada Administrator KEK Palu itu berbeda dengan rilis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Sulawesi Tengah yang menyebut hanya ada empat perusahaan yang berstatus wajib lapor dengan total pekerja sebanyak 50 orang yang telah melapor.

Jumlah itu menurut Kabid Ketanaga kerjaan Dinas Nakertrans Sulteng, Joko Pranawo, masih rendah dibanding target proyeksi kawasan ekonomi khusus.

“Kalau di data kami sampai sekarang ada 17 perusahaan yang akan masuk di KEK Palu, cuma baru empat yang sudah beroperasi. Jumlah tenaga kerjanya pun belum seberapa, apalagi dengan situasi Covid-19 ini,” kata Joko.

Selain karena jumlah perusahaan yang beroperasi masih jauh dari harapan, rendahnya serapan tenaga kerja itu juga lantaran minimnya pengetahuan tenaga kerja lokal, terhadap mesin-mesin industri di kawasan itu,  yang notabene menggunakan bahasa asing.

BACA JUGA:  Kolaborasi Strategis untuk Hilirisasi Nikel Berkelanjutan di Indonesia Timur

Administrator KEK mengakui itu juga yang menjadi alasan perusahaan lebih memilih tenaga kerja ahli dari luar Kota Palu dan Sulawesi Tengah.

“Pekerja lokal mengisi pekerjaan kasar (buruh lepas) dan administrasi. Kalau teknis dan operator masalahnya mesin banyak yang dari luar daerah,” ujar Roy Topan Sanjaya, Kepala Bidang Pemonitoran Kerjasama dan Pengendalian pada Administrator KEK Kota Palu.

Kekurangan Guru Vokasi hingga Lulusan SMK Tanpa Kompetensi Industri

Sementara janji KEK Palu menyerap tenaga kerja puluhan ribu sejak tahun 2014 belum terwujud, data ketenagakerjaan Sulawesi Tengah menunjukkan per Agustus 2020, berdasarkan data Kemnaker ada 59.381 orang pengangguran terbuka di Sulawesi Tengah atau 3,77 persen dari total angkatan kerja Kota Palu, tertinggi jumlah penggangurannya.

<div class=”flourish-embed flourish-chart” data-src=”visualisation/6760119″><script src=”https://public.flourish.studio/resources/embed.js”></script></div>

Rendahnya kualitas pengetahuan tenaga kerja lokal untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di KEK Palu juga berkaitan dengan minimnya sarana pendidikan vokasi khusus industri di Kota Palu. Hingga tahun 2021, tercatat hanya SMK 8 Palu yang difokuskan pada keahlian itu.

Setidaknya ada empat jurusan yang dibuka untuk memenuhi kebutuhan KEK Palu, yakni Geologi Pertambangan, Teknik Alat Berat, Kimia Industri, serta Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan.

Meski begitu, sekolah itu diakui belum memiliki standar kompetensi  untuk menghasilkan tenaga kerja sesuai yang dibutuhkan KEK Palu. Ironisnya, seperti disampaikan pihak pelayanan pendidikan di wilayah Sulteng, komunikasi bersama KEK Palu belum terjalin secara detail perihal kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan.

“Kami belum pernah komunikasi dengan KEK Palu terkait serapan kerja lulusan SMK di Sulteng. Kami juga tidak punya informasi lowongan kerja apa saja yang dibuka disana,” Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Irwan Lahace, mengatakan.

BACA JUGA:  Pjs Wali Kota Palu: Pesta Demokrasi, Semua Harus Bahagia

Padahal berdasarkan sumber data yang sama, jumlah SDM Kota Palu terbilang memadai untuk memenuhi kebutuhan jumlah tenaga kerja di KEK Palu, yakni 304.663 penduduk usia kerja atau yang tertinggi se-Sulawesi Tengah.

Kekurangan guru keahlian industri juga disebut menjadi biang rendahnya kualitas lulusan SMK untuk kebutuhan industri yang ada di wilayah Palu dan wilayah Sulteng.

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Kebudayaan Sulteng Hatijah Yahya menjelaskan kondisi SMK di Sulteng, Rabu (29/9/2021). (Foto : Tim Pasopati Fellowship Journalism (PJF) Auriga Nusantara, Palu).

Hal tersebut, diamini Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Hatijah Yahya.

“Kami kekurangan 1.000 guru keahlian untuk mengisi 187 SMK di Sulteng, di antaranya guru industri. Sementara universitas di sini tidak punya prodi itu yang bisa kita gunakan sebagai guru,” kata Hatijah.

Belum lagi, lanjut Hatijah, persoalan pemetaan pendidikan SMK di Sulteng yang belum berbasis kajian kebutuhan lapangan kerja, seperti wisata, perikanan, dan industri. Dari ratusan SMK yang ada menurut Hatijah, sebagian besar adalah jurusan perkantoran yang tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,  termasuk KEK Palu.

“Setiap tahunnya rata-rata jumlah lulusan SMK kita sebanyak 10.000 siswa sebagian besar tidak terserap dunia kerja. Pemetaaan kompetensi di SMK kita itu jadi pekerjaan rumah yang besar,” pungkas Hatijah.

KEK Palu sendiri hingga tahun 2021 masih beroperasi. Para pengampunya  masih tegak dada dengan janji menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Bisakah?

Liputan ini hasil kerjasama Mediaalkhairaat.id (MAL), Radar Sulteng (Jawa Pos Group), beritapalu.com dan Liputan6.com, dalam program Pasopati Fellowship Journalism (PJF) Auriga Nusantara.

Editor: beritapalu

TAGGED:bongkar muatkawasan ekonomi khususkekpantoloanpeti kemastenaga kerja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Setelah 20 Tahun Pembangunan, Akhirnya Miliana Graha Sabha Diresmikan
Next Article Telkomsel dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan bagi Pekerja COVID-19

Berita Terbaru

Wali Kota Hadianto pada buka puasa bersama para Ketua RT dan RW se Kota Palu, Senin (9/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Pemkot Palu Siapkan Proyek Silabeta dan Pasar Inpres, Rampung 2027

9 March, 2026
Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar di Makodim 1427/Pasangkayu, Senin (9/3/2026). (©Pendam23/PW)
Militer

Kunker ke Kodim 1427/Pasangkayu, Pangdam Tekankan Disiplin dan Marwah Satuan

9 March, 2026
Ilustrasi. (©AI Generative)
Headline

Karhutla Kembali Terjadi di Toboli–Avolua Parigi Moutong

9 March, 2026
Kapolda Sulteng Irjen Pol ENdi Sutendi membagikan takjil gratis kepada pengendara ojol di Palu, Senin (9/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Polda Sulteng Bagikan 1.000 Paket Takjil kepada Ojol dan Pengguna Jalan

9 March, 2026
Para pemegang saham pada RUPST Bank BNI di Jakarta, enin (9/3/2026). (©PT BNI)
Bisnis

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13,03 Triliun dan Buyback Saham Hampir Rp1 Triliun

9 March, 2026

Berita Populer

Para penyintas bencana yang menghuni Huntap Mandiri Mamboro berfoto dengan manajemen AirAsia di Hunta Mamboro, Sabtu (7/3/2026). (©Heri)
Feature

Saat Penyintas Mamboro Bertemu AirAsia yang Membantu Mereka Bangkit

8 March, 2026
Ilustrasi. (©Chandra Asri)
Bisnis

Imbas Ketegangan Selat Hormuz, Chandra Asri Umumkan Force Majeure

8 March, 2026
Anggota Komisi III DPR, Sarifudin Sudding pada kunker reses di mapolda Sulteng, Kamis (5/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Hukum-Kriminal

Komisi III DPR Nilai Peredaran Narkoba dan PETI di Sulteng Sudah Serius

7 March, 2026
Ilustrasi Posko Pengaduan THR oleh AJI Palu. (Foto: ANTARA/Basri Marzuki)
Komunitas

AJI Kota Palu Buka Posko Pengaduan THR untuk Jurnalis dan Pekerja Media

7 March, 2026
Wali Kota Hadianto pada buka puasa bersama para Ketua RT dan RW se Kota Palu, Senin (9/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Pemkot Palu Siapkan Proyek Silabeta dan Pasar Inpres, Rampung 2027

9 March, 2026

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Panen padi pada demplot bersama di Kolaka, Minggu (8/3/2026). (©PT Vale Indonesia)
Bisnis

PT Vale Panen Bersama Demplot Padi di Kolaka, Hasilkan 22 Ton dari 36 Are Lahan

beritapalu
Kepala Perwakilan UNDP di Indonesia, Sara Ferrer Olivella pada peluncuran ASEAN Responsible Business Collective di Jakarta, Senin (9/3/2026). (©UNDP Indonesia)
Bisnis

UNDP Luncurkan Platform Bisnis Bertanggung Jawab untuk Perusahaan ASEAN

beritapalu
Wawali Imelda bersama pegiat tenun nasional, Dia Urip di New Baruga Vatulemo, Senin (9/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Bisnis

Pegiat Tenun Nasional Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Pemkot Palu

beritapalu
Sekot Irmayanti berdialog dengan pimpinan Jamkrindo di Kantor Wali Kota Palu, Senin (9/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Bisnis

Jamkrindo-Pemkot Palu Jajaki Kerja Sama Perkuat Akses Pembiayaan UMKM

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?