beritapalu.id
Friday, 23 Jan 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
FotoInspirasi

Membangun Benteng Tsunami dengan Mangrove di Pantai Dupa

Published: 29 September, 2021
Share
SHARE

BENCANA gempa bumi bermagnitudo 7,4 pada Skala Richter yang disusul dengan likuifaksi dan gelombang tsunami di Teluk Palu pada 28 September 2018 memporak-porandakan seisi Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat, tidak kurang dari 5.000 orang menjadi korban dan puluhan ribu unit rumah penduduk dan bangunan lainnya rata dengan tanah. Korban jiwa terbanyak berasal dari mereka yang bermukim di kawasan  pesisir Teluk Palu.

Bukan kali itu saja Teluk Palu dilanda gempa dan tsunami. Gempa yang diikuti dengan gelombang tsunami juga pernah terjadi di Teluk Palu yang dibelah oleh sesar Palu-Koro pada 1 Desember 1927, 30 Januari 1930, 14 Agustus 1938, dan 1 Januari 1966 dengan kekuatan yang juga mematikan.

“Ada 50 warga saya yang hilang saat terjadi tsunami pada 28 September 2018 itu,” aku Syamsuddin, Ketua RT 01/RW 01 Pantai Dupa, Kelurahan Layana Indah, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Sepanjang Pantai Dupa nyaris tak bersisa, kecuali serpihan sisa-sisa bangunan dan kayu-kayu yang berserakan disapu gelombang tsunami. BMKG mencatat, tinggi gelombang tsunami di wilayah itu mencapai 10 meter dengan limpasan air mencapai 375 meter ke darat.

BACA JUGA:  Buaya Liar Sungai Palu Ini Selalu "Ngangenin"

Belajar dari pengalaman, sekelompok warga yang tergabung dalam Komunitas Mangrove Teluk Palu tergerak dan menginisiasi pembentengan daerah pesisir Teluk Palu dengan penanaman mangrove.

“Pantai Dupa adalah salah satu daerah pesisir yang terdampak cukup signifikan oleh tsunami. Letaknya menjorok ke darat dan berbatas langsung dengan pemukiman penduduk,” kata Ipank, Ketua Komunitas Mangrove Teluk Palu.

Menyadari bahwa konservasi mangrove tidak bisa dilaksanakan tanpa dukungan banyak pihak, maka komunitas ini pun mengampanyekan ajakan itu yang dimulai dengan penyadaran ke warga pesisir setempat.

Bak gayung bersambut, atas kesadaran akan ancaman bencana tsunami, warga setempat pun menyambut gagasan itu dengan antusias.

“Ini yang patut kita syukuri karena warga sekitar sangat antusias dalam upaya konservasi mangrove ini,” ujar Ipank lagi.

Tak itu saja, sejumlah pemerhati lingkungan baik perorangan maupun lembaga menyatakan dukungan positifnya. Sejumlah organisasi baik berorientasi profit maupun nirlaba bahkan terlibat langsung dalam rencana kegiatan rehabilitasi lingkungan itu.

BACA JUGA:  Isolasi Terpusat COVID-19

Relawan Mangrove Tomini (Remot) selangkah lebih awal untuk memulainya. Komunitas ini bahkan menyediakan bibit mangrove jenis Rizopora yang dinilai sesuai dengan lingkungan Pantai Dupa yang berpasir dan sedikit berbatu.

Sejumlah komunitas pecinta lingkungan pun tak berdiam diri. Puluhan relawan muda ambil bagian dan berkontribusi untuk perbaikan lingkungan itu. Relawan itu tak hanya terlibat dalam penanaman, namun juga hingga ke perawatan mangrove yang telah ditanam.

10 Oktober 2019, ratusan warga berbaur dengan para relawan lainnya menanam mangrove di sepanjang bibir Pantai Dupa.

“Saat ini telah ditanam sekitar 10 ribu pohon yang mencakup satu hektare di sepanjang pantai. Jika bibit cukup tersedia, kami merencanakan akan memperluas cakupannya menjadi 10 hektare,” sebut Ipank lagi.

Pemerintah setempat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengapresiasi inisiatif warga itu, terlebih dilakukan secara swadaya.

“Ini sangat sejalan dengan program kami di DLH dan tentu saja kami sangat mendukungnya,” ujar Kepala DLH Kota Palu Irmayanti Pettalolo.

BACA JUGA:  Butuh Investasi $55 Miliar Untuk Capai Nol Emisi di 2030

Setelah hampir dua tahun sejak awal penanaman, kini mangrove itu terus bertumbuh dan menancapkan akarnya ke dasar pantai. Perawatan yang intens tetap dilakukan para relawan untuk memastikan tumbuh kembangnya.

Seorang warga membentangkan pukatnya tidak jauh dari barisan mangrove yang muncul ke permukaan air laut di pantai itu.

“Alhamdulillah, sejak ada mangrove, ikan-ikan mulai mendekat ke pantai,” aku Ramli, warga yang berdiam di pesisir pantai itu.

Komunitas Mangrove Teluk Palu dan begitu juga komunitas lainnya yang terlibat langsung dalam konservasi itu berharap, konservasi itu dapat berjalan sesuai yang diharapkan, melindungi dari terjangan gelombang tsunami, sekaligus menahan abrasi pantai yang mengalami penurunan permukaan pasca bencana lalu. ***

Naskah dan Foto: Basri Marzuki

(Proyek ini terselenggara atas kerjasama fellowship The Society of Indonesia Environmental Journalist (SIEJ) dengan majalah online ekuatorial.com)

Tautan video :

 

Editor: beritapalu

TAGGED:abrasibakauekuatorial.comkonservasimangrovemantikulorepantai dupasiejtsunami
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Terduga Pencuri di 11 TKP Dibekuk Tim Opsnal Polsek Palu Timur
Next Article Tabur Bunga di Anjungan Talise Untuk 11 Personel Polres Palu yang Gugur

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan mengevakuasi dua nelayan yan hanyut setelah rompong mereka pusut di Teluk Tomini, Parimo, Kamis (22/1/2026). (©Basarnas Palu)
Parigi Moutong

Dua Nelayan yang Hanyut di Teluk Tomini Ditemukan Selamat

22 January, 2026
Evauasi korban pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Enam Korban Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung

22 January, 2026
Evauasi pack body part di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Sembilan Pack Body Part di Lokasi Kecelakaan Pesawat

22 January, 2026
Foto bersama usai coffee morning di lapangan Vatulemo Palu, Kamis (22/1/2026). (©Humas Polresta Palu)
Palu

Coffee Morning, Kapolresta Palu Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan

22 January, 2026
Rapat virtual bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tentang penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan, Kamis (22/1/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Palu

Kanwil Ditjenpas Sulteng Dorong Pembentukan PKBM di Lapas dan Rutan

22 January, 2026

Berita Populer

Foto

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Alam Buntiede di Desa Padende

25 October, 2021

Pelaku Pembunuhan di Taman Ria Akhirnya Ditangkap Polisi

28 July, 2021
Komunitas

Tak Ada Perempuan, Sikola Mombine “Gugat” SK Penetapan Anggota KPID Sulteng

10 January, 2022
Morowali Utara

Perahu Terbalik Dibawa Arus, Seorang Warga masih Dicari

14 December, 2021
Parigi Moutong

Banjir di Sidoan Barat Seret Seorang Warga

3 January, 2022

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Warga memancing di dekat tumpukan sampah di pesisir Teluk Palu, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (20/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Foto

Jorok, Muara Sungai Palu Ditumpuki Sampah

beritapalu
Ilustrasi tanaman mangrove. (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Lingkungan

Tambang Pasir di Touna Diduga Rusak Ekosistem Mangrove

beritapalu
Penanaman mangrove di Pantai Mamboro. (©MAL)
Lingkungan

Sutan Raja Hotel Tanam 500 Bibit Mangrove di Pesisir Pantai Mamboro

beritapalu
Pedagang menata buah durian di lapak penjualan buah durian di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/12/2025). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Apdurin Targetkan Ekspor Durian Sulteng Capai Rp1 Triliun pada 2026

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?