PARIGI MOUTONG, beritapalu.ID | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan perbukitan di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sejak Minggu malam (1/2/2026). Api yang masih berkobar hingga Selasa (3/2/2026) pagi telah melalap sedikitnya 20 hektar lahan di kawasan hutan dan perkebunan warga, dengan titik terparah berada di Dusun III (Taripa) di lereng dan puncak Gunung Jononunu.
Berdasarkan pemantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parimo hingga pukul 09.00 WITA Selasa, api masih menyala di beberapa titik di area puncak dan lereng gunung, meski tidak terlihat secara kasat mata. Asap pekat masih membubung dari lokasi. Sementara itu, api di area bawah atau kaki gunung dilaporkan telah berhasil dikendalikan.
“Jarak titik api terdekat dengan permukiman warga saat ini diperkirakan sekitar 50 meter. Namun hingga saat ini, laporan menyebutkan rumah-rumah warga masih dalam kondisi aman,” kata seorang petugas TRC di lokasi, Selasa pagi.
Kebakaran yang terjadi di medan terjal ini telah menimbulkan kerugian ekonomi signifikan bagi masyarakat. Dari pantauan lapangan, ratusan pohon milik warga hangus terbakar, termasuk sekitar 200 pohon durian, 100 pohon alpukat, serta tanaman kakao, cengkeh, mangga, kelapa, dan tanaman hortikultura lainnya. Pendataan lengkap luasan lahan terdampak dan jumlah warga yang mengalami kerugian masih terus dilakukan.
Ancaman terhadap keselamatan warga sempat mengkhawatirkan. Api yang membesar sempat mendekati kawasan permukiman di kaki gunung. Masyarakat, termasuk kelompok rentan, telah diimbau untuk bersiaga. Sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara, sementara yang lain berjaga hingga dini hari untuk mengantisipasi kemungkinan api menjalar.
Penanganan darurat telah diupayakan dengan melibatkan berbagai unsur. Damkar Parimo, BPBD, Satpol PP, Kepolisian, Tagana, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, dan masyarakat setempat dikerahkan ke lokasi. Dua unit armada pemadam kebakaran dikerahkan dengan fokus pada penyekatan api di area bawah untuk melindungi permukiman.
Namun upaya pemadaman menghadapi kendala berat. Medan lokasi kebakaran yang sangat terjal dan curam, ditambah dengan posisi titik api di puncak gunung, menyulitkan akses kendaraan dan pergerakan personel. Faktor angin kencang dan cuaca kering juga memperparah situasi dan mempercepat sebaran api.
Dampak kebakaran juga dirasakan pengguna jalan. Asap tebal sempat menutupi jalan raya di sekitar lokasi, mengganggu jarak pandang pengendara. Kualitas udara di sekitar lokasi juga dilaporkan dalam kondisi tidak sehat.
Merespon kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menetapkan status siaga karhutla selama sebulan ke depan, mulai 3 Februari 2026. Status ini diterbitkan untuk mengantisipasi potensi perluasan karhutla di wilayah lain mengingat kondisi cuaca yang masih kering dan berangin.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya