PaluPemkot PaluPolitikReligi

Hadianto: Palu Akan Melejit Kalau Semua Masyarakat Mau Bekolaborasi

×

Hadianto: Palu Akan Melejit Kalau Semua Masyarakat Mau Bekolaborasi

Share this article
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di halal bihalal Kelurahan Palupi, Sabtu (4/4/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di halal bihalal Kelurahan Palupi, Sabtu (4/4/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)

PALU, beritapalu.ID | Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyuarakan optimismenya tentang masa depan Kota Palu di kegiatan Halal Bihalal Akbar 1447 Hijriah di Kelurahan Palupi, Sabtu (4/4/2026). Hadianto menegaskan bahwa kemajuan Palu tidak akan tercapai tanpa partisipasi aktif seluruh masyarakat, dari tingkat akar rumput hingga pimpinan pemerintah.

“Saya yakin kita akan melejit, kalau kita semua mau,” ujar Hadianto dalam sambutannya di halaman kantor Kelurahan Palupi.

Pernyataan optimis Wali Kota disampaikan seusai ia menyampaikan berbagai pesan kepemimpinan yang menekankan kolaborasi, saling percaya, dan solidaritas antara pemerintah dan masyarakat. Hadianto dalam momentum bertema “Sebarkan Maaf, Eratkan Silaturahim dan Sucikan Hati untuk Meraih Kemenangan dalam Bingkai Palu Semakin Melejit” itu.

“Jenderal Akar Rumput” Pembangunan

Dalam sambutannya, Hadianto menekankan, seluruh elemen masyarakat merupakan “jenderal akar rumput” bagi pembangunan Kota Palu. Pemerintah, kata Hadianto, sangat bergantung pada peran aktif masyarakat, terutama para RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga) yang menjadi garis depan komunikasi dengan publik.

“Saya berupaya agar insentif RT dan RW bisa mencapai posisi yang tidak merugikan, minimal dapat menutupi biaya operasional,” ungkap Hadianto sembari memastikan kader lokal memiliki sumber daya untuk bekerja optimal.

Hadianto juga menekankan aksesibilitas dirinya terhadap aspirasi masyarakat. Ia mengundang siapa saja yang ingin menyampaikan ide, keluhan, dan masukan untuk datang ke rumahnya mulai pukul 05.30 pagi—sebuah pernyataan yang mencerminkan kesediaan pemimpin terbuka terhadap dialog langsung dengan publik.

“Jangan kita sulit bertemu masyarakat, karena kita ini dipilih oleh masyarakat,” tegas Hadianto.

Halal Bihalal, Momentum Mencairkan Perbedaan

Hadianto memandang halal bihalal bukan sekadar seremoni tradisional, melainkan sebagai momentum penting untuk mencairkan berbagai perbedaan dan membangun kebersamaan sejati. Ia menegaskan bahwa dalam kontestasi apapun—baik dalam pilihan politik, usaha, atau aspirasi personal—semua pihak harus mampu menciptakan harmoni pasca-perbedaan.

“Tujuan halal bihalal adalah mengubah sesuatu yang tidak baik menjadi sesuatu yang baik. Dalam kontestasi apapun, semuanya harus cair. Kita harus saling memandang dengan kemuliaan dan menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama,” jelas Hadianto.

Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk membangun soliditas dan menghentikan kebiasaan saling menggunjing atau mencari kesalahan satu sama lain—sebuah ajakan yang sangat relevan dalam konteks masyarakat yang plural dan sering mengalami tegangan sosial.

Evaluasi Diri dan Spiritual

Hadianto yang didaulat menjadi pembawa hikmah Halalbihalal mengajak masyarakat untuk menggunakan momentum tersebut sebagai ajang evaluasi diri atas perjalanan kehidupan yang telah dilalui. Ia menekankan bahwa evaluasi diri merupakan bagian penting dari ajaran Rasulullah untuk terus memperbaiki amal dan perilaku.

“Semoga ini menjadi jalan bagi kita untuk mengevaluasi apa yang telah kita lewati selama ini. Karena itu merupakan bagian dari ajaran Rasulullah, agar kita senantiasa memperbaiki apa yang telah kita kerjakan,” ujar Hadianto.

Hadianto juga menekankan pentingnya memperbanyak sholawat sebagai jalan kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, sholawat adalah bentuk kebaikan yang akan dibalas berlipat oleh Allah SWT.

“Barang siapa yang bersholawat satu kali, maka akan diberikan sepuluh kebaikan. Maka jangan sampai kita termasuk orang yang pelit dalam bersholawat,” tambahnya.

Hadianto juga mengajak masyarakat untuk selalu berprasangka baik dan menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT, dengan mengingatkan bahwa apa yang dianggap tidak baik oleh manusia bisa jadi justru mengandung banyak kebaikan dari Allah.

Investasi di Transportasi Publik

Dalam kesempatan tersebut, Hadianto turut mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi umum Bus Trans Palu, yang dinilainya mampu memberikan efisiensi pengeluaran masyarakat hingga Rp53 miliar per tahun. Investasi dalam transportasi publik ini dilihat Hadianto sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengurangan beban ekonomi keluarga.

“Keselamatan seseorang juga tergantung bagaimana dia menjaga lisannya. Mari kita bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah. Kalau solusinya baik, kita kerjakan bersama-sama,” kata Hadianto.

Visi Palu Semakin Melejit

Visi “Palu Semakin Melejit” yang menjadi tema halal bihalal bukanlah sekadar slogan, melainkan cerminan dari keyakinan Hadianto bahwa kemajuan Kota Palu adalah hasil dari sinergi nyata antara pemerintah dan masyarakat. Dengan menekankan kolaborasi, kepercayaan, dan solidaritas, Hadianto menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan memerlukan fondasi sosial yang kuat.

Hadianto berharap momentum halal bihalal di Kelurahan Palupi akan menjadi contoh bagi kelurahan-kelurahan lain dalam membangun kebersamaan dan saling menguatkan. Dengan nada optimis, ia menutup sambutannya: kesuksesan Palu bergantung pada komitmen kolektif seluruh masyarakat untuk berkontribusi dan bergerak maju bersama-sama.

Leave a Reply