beritapalu.id
Thursday, 26 Mar 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Opini

Pertumbuhan Tinggi, Tapi untuk Siapa?

Published: 25 March, 2026
Share
Ilustrasi ketimpangan ekonomi. (©AI Generative)
Ilustrasi ketimpangan ekonomi. (©AI Generative)
SHARE
Yahdi Basma (©dok probadi)
Yahdi Basma (©dok probadi)

Oleh: Yahdi Basma *)

Kita sedang menyaksikan sebuah paradoks: ekonomi tumbuh tinggi, tetapi tidak menyebar.

Di atas kertas, Provinsi Sulawesi Tengah tampak gemilang. Angka pertumbuhan ekonomi mencapai 8,47 persen, jauh melampaui angka nasional yang berada di kisaran 5,11 persen. Namun, di balik capaian tersebut, ada pertanyaan mendasar yang tidak boleh dihindari: siapa yang benar-benar menikmati pertumbuhan ini?

Data menunjukkan adanya ketimpangan yang mencolok. Kabupaten Morowali Utara tumbuh hingga 19,97 persen, disusul Kabupaten Morowali sebesar 10,81 persen. Sementara itu, sebagian besar daerah lain justru bergerak lambat di kisaran 3–4 persen. Kabupaten Buol hanya mencatat 3,46 persen, Tolitoli 3,79 persen, bahkan Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong masih berada di bawah 4 persen.

Ini bukan sekadar disparitas angka. Ini adalah gambaran nyata dari ketimpangan struktural.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah saat ini sangat bertumpu pada kantong-kantong industri ekstraktif, terutama di kawasan Morowali. Aktivitas industri memang melesat cepat, tetapi manfaatnya belum mengalir secara merata ke wilayah lain. Kita sedang menyaksikan sebuah paradoks: ekonomi tumbuh tinggi, tetapi tidak menyebar.

BACA JUGA:  Kemabruran Haji: Antara Spiritualitas dan Dinamika Keummatan

Lebih jauh, kondisi ini mencerminkan bahwa model pembangunan yang berjalan masih bersifat elitis. Kapital terkonsentrasi di titik tertentu, manfaatnya terbatas, sementara daerah lain tertinggal tanpa dorongan struktural yang memadai.

Dalam situasi seperti ini, wajar jika publik bertanya. Mengapa daerah lain yang juga memiliki sumber daya belum ikut berkembang? Mengapa desa-desa di luar kawasan industri belum merasakan dampak signifikan? Dan mengapa pertumbuhan tinggi belum otomatis menurunkan ketimpangan?

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Sulawesi Tengah berisiko memiliki dua wajah pembangunan: satu wilayah yang tumbuh pesat dengan dukungan investasi besar, dan wilayah lain yang berjalan lambat tanpa akses yang setara terhadap peluang ekonomi.

BACA JUGA:  Harapan pada Gerakan Masyarakat (Hukum) Adat di Sulawesi Tengah

Ini bukan semata persoalan ekonomi, melainkan soal keadilan pembangunan.

Pemerintah daerah tidak cukup hanya berbangga dengan capaian makro. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengoreksi arah kebijakan. Investasi besar harus terhubung dengan ekonomi lokal, tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas, dan daerah tertinggal harus mendapatkan afirmasi yang nyata—bukan sekadar slogan.

Disparitas yang terjadi saat ini menegaskan bahwa struktur pertumbuhan ekonomi daerah belum inklusif. Pertumbuhan tinggi belum otomatis mencerminkan pemerataan kesejahteraan, terutama ketika sektor dominan tidak memiliki keterkaitan kuat dengan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Karena itu, langkah strategis perlu segera diambil. Peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas. Penguatan UMKM perlu didorong agar mampu terhubung dengan rantai pasok industri. Infrastruktur dasar di wilayah tertinggal juga harus dipercepat agar kesenjangan tidak semakin melebar.

BACA JUGA:  Beban Sri Mulyani

Selain itu, diversifikasi ekonomi menjadi agenda penting. Ketergantungan pada sektor tertentu, terutama industri ekstraktif, membuat perekonomian rentan. Pengembangan sektor lain akan memperkuat ketahanan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Ke depan, arah kebijakan pembangunan harus bergeser. Tidak hanya berfokus pada akselerasi pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas dan pemerataan hasil pembangunan. Dengan begitu, seluruh masyarakat Sulawesi Tengah dapat merasakan manfaat nyata dari pertumbuhan ekonomi yang selama ini dibanggakan.

Sejarah selalu memberi pelajaran penting: ketimpangan yang dibiarkan terlalu lama tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga berpotensi berkembang menjadi persoalan sosial dan politik yang jauh lebih serius.


*) Aktivis 98 Indonesia, Anggota DPRD Sulteng 2014-2024

 

Editor: beritapalu

TAGGED:pemerataan ekonomipertumbuhan ekonomi sultengyahdi basma
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Chief Executive Officer IESR, Fabby Tumiwa. (©IESR) IESR: WFH Satu Hari Efektif Tekan BBM, Tapi Bukan Solusi Utama
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

Berita Terbaru

Ilustrasi ketimpangan ekonomi. (©AI Generative)
Opini

Pertumbuhan Tinggi, Tapi untuk Siapa?

25 March, 2026
Chief Executive Officer IESR, Fabby Tumiwa. (©IESR)
Lingkungan

IESR: WFH Satu Hari Efektif Tekan BBM, Tapi Bukan Solusi Utama

25 March, 2026
Ilustrasi. (©AI Generative)
Bisnis

OJK Tegaskan Fundamental Perbankan Tetap Solid

25 March, 2026
Dua pendaki yang tersesat ditemukan selamat dan menjalani penanganan medis, Rabu (25/3/2026). (©Basarnas Palu)
Tolitoli

Ditemukan Petani, Dua Pendaki yang Tersesat di Gunung Dako Tolitoli Selamat

25 March, 2026
Kapolresta Palu, Kombes Pol Hari Rosena. (©Humas Polresta Palu)
Hukum-Kriminal

Teror Siram Air Keras ke Kendaraan, Kapolresta Palu Minta Warga Lapor

25 March, 2026

Berita Populer

Sejumlah warga berisap menaiki bus TransPalu di Palu, Senin (23/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Tamasya Keliling Kota dengan Bus TransPalu, Gratis

23 March, 2026
Ilustrasi ketimpangan ekonomi. (©AI Generative)
Opini

Pertumbuhan Tinggi, Tapi untuk Siapa?

25 March, 2026
Pedagang menyiapkan dagangannya di Pasar Tradisional Dolo, Sigi, Selasa (24/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Bisnis

Pagi di Pasar Tradisional Dolo, Lebaran Belum Benar-benar Usai

24 March, 2026
Persiapan Unit Siaga SAR Tolitoli menuju lokasi pendaki yang tersesat di Gunung Dako, Selasa (24/3/2026). (©Basarnas Palu)
Tolitoli

Dua Pendaki Tersesat di Gunung Dako Tolitoli, Tim SAR Bergerak ke Lokasi

24 March, 2026
Penumpang turun dari KM Dorolonda di Pantoloan, Senin (23/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Arus Balik Lebaran, KM Dorolonda Turunkan 512 Penumpang di Pantoloan

23 March, 2026

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Ilustrasi. (©AI Generative)
Opini

Dongi-Dongi: Ketika Tambang, Narasi “Enclave”, dan Keberanian Negara Diuji

beritapalu
Ilustrasi (©AI Generative)
Opini

Melawan ‘Zero-Click’ dengan Jurnalisme Layanan

beritapalu
Ilustrasi (AI Generative)
Opini

Menu Bergizi? Menakar Martabat Rakyat Lewat Kantong Plastik

beritapalu
Ilustrasi (Generative AI)
Opini

Negara Menagih “Utang” di Tanah Sulteng: Tamparan bagi Korporasi, Ujian bagi Nyali Pemerintah

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?