JAKARTA, beritapalu.ID | Sejumlah pegiat kemanusiaan lintas generasi tengah menggalang advokasi berupa surat terbuka yang akan ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia dan UNICEF, menyuarakan keprihatinan mendalam atas krisis bunuh diri anak dan kekerasan yang menyebabkan kematian anak di berbagai wilayah Indonesia. Gerakan ini mengusung tema Human Disaster atau Gawat Darurat Kemanusiaan dan menyerukan desakan aksi nasional yang sistemik dan lintas generasi.
Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dikutip dalam dokumen advokasi tersebut, sebanyak 116 anak tercatat telah mengakhiri hidup mereka dalam kurun waktu 2023 hingga awal 2025. Para penggagas menyebut angka ini sebagai cerminan kegagalan sistem perlindungan anak nasional. Selain kasus bunuh diri, gerakan ini juga menyoroti sejumlah kasus kekerasan aparat terhadap anak muda, termasuk dalam rangkaian demonstrasi sejak 2019 hingga peristiwa Agustus 2025, serta kasus terbaru yang menimpa seorang anak berusia 14 tahun di Tual.
Para penggagas menilai fenomena ini bukan peristiwa tunggal, melainkan akumulasi tekanan sistemik yang gagal dimitigasi, mulai dari krisis kesehatan mental, kemiskinan struktural, polarisasi ekstrem, hingga lemahnya ekosistem kepemimpinan dan keteladanan. Mereka menyebutnya sebagai bencana kemanusiaan yang sifatnya “sunyi namun sistemik” dan kerap luput dari perhatian pemerintah.
Gerakan ini mengajak seluruh lapisan generasi—dari Generasi Boomers, Gen X, Milenial, hingga Gen Z dan Gen Alpha—untuk bergerak bersama dengan peran masing-masing. Para penggagas merekomendasikan sejumlah langkah strategis, di antaranya integrasi kurikulum pendidikan formal dan nonformal berbasis literasi aksi-kolektif, pembentukan community hub lintas generasi di tingkat desa dan kelurahan, pengembangan platform pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, serta kampanye normalisasi integritas di media sosial.
Surat terbuka ini digagas atas nama lintas generasi dan seluruh rakyat Indonesia di bawah semangat “Pendekar Anak Bangsa”, dengan harapan mendorong pemerintah dan komunitas internasional untuk segera mengambil langkah nyata dalam menangani krisis perlindungan anak yang kian mengkhawatirkan.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya