BANGGAI, beritapalu.ID | Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, meresmikan Pura “Maitri Santhi” di Lapas Kelas IIB Luwuk, Rabu (11/2/2026). Peresmian ini sebagai penguatan pembinaan keagamaan dan pemenuhan hak beribadah bagi warga binaan beragama Hindu.
“Keberadaan rumah ibadah ini menjadi wujud komitmen pemasyarakatan dalam menjamin kebebasan beragama sekaligus menghadirkan ruang pembinaan spiritual yang menumbuhkan kedamaian, kesadaran diri, dan semangat perubahan bagi warga binaan,” ujar Bagus Kurniawan.
Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil didampingi Ketua PIPAS Sulteng Ny. Erma Kurniawan, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Maulana Luthfiyanto, serta Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan M. Nur Amin. Rombongan disambut langsung Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk Muh. Bahrun, Kepala Bapas Kelas II Luwuk La Ode Muh. Nasrul, pejabat struktural, serta jajaran pegawai Lapas dan Bapas Luwuk.
Peresmian Pura “Maitri Santhi” yang bermakna persahabatan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kakanwil.
“Pura ini bukan hanya simbol tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan batin yang memperkuat nilai toleransi, kedamaian, dan kesiapan warga binaan untuk kembali hidup berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat,” jelasnya.
Bagus mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam pembangunan fasilitas ibadah tersebut serta menekankan pentingnya pembinaan spiritual sebagai bagian dari proses pemasyarakatan yang utuh.
“Pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan harus terus diperkuat agar warga binaan memiliki kesadaran diri, pengendalian emosi, serta tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” pesannya.
Prosesi dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Ketua PIPAS Sulteng, Ny. Erma Kurniawan, bersama Ny. Umi Bahrun dan Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Banggai, Ni Ketut Narsih, sebagai simbol resmi difungsikannya fasilitas ibadah tersebut.
Kepala Lapas Luwuk, Muh. Bahrun, menyampaikan bahwa pembangunan pura ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Luwuk dalam menghadirkan pembinaan yang inklusif dan menghormati keberagaman.
“Fasilitas ibadah ini diharapkan menjadi ruang pembinaan spiritual yang memperkuat karakter warga binaan sehingga mereka siap kembali ke masyarakat dengan nilai moral dan kedamaian batin,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Banggai, I Nyoman Sumerta, menilai kehadiran pura di lingkungan lapas mencerminkan sinergi positif antara pemasyarakatan dan umat beragama dalam membangun kehidupan yang harmonis.
“Pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran, pengendalian diri, serta semangat hidup yang lebih baik bagi warga binaan,” tuturnya.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya