beritapalu.id
Sunday, 22 Mar 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
BisnisHeadlineKomunitasPalu

Aksi Besar-besaran Penambang Poboya: Tuntut Penciutan Lahan Konsesi PT CPM

Published: 28 January, 2026
Share
Orasi pada unjukrasa penambang emas rakyat Ponoya di dfepan Kantor DPRD Sulteng di Palu, Rabu (28/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Orasi pada unjukrasa penambang emas rakyat Ponoya di dfepan Kantor DPRD Sulteng di Palu, Rabu (28/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
SHARE

PALU, beritapalu.ID | Ribuan penambang rakyat Poboya, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor DPRD Kota Palu dan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (28/1/2026).

Aksi tersebut menjadi luapan kekecewaan penambang yang selama bertahun-tahun menunggu kepastian penciutan lahan konsesi PT Citra Palu Minerals (CPM) serta penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Massa aksi sudah memadati ruas Jalan Moh. Hatta, Sudirman hingga Sam Ratulangi. Arus lalu lintas tersendat akibat ratusan kendaraan roda dua hingga dump truk yang diparkir di sepanjang jalan. Gelombang massa terus berdatangan dari berbagai titik lingkar tambang.

Orasi demi orasi bergema, menegaskan tuntutan utama agar negara hadir memberikan pengakuan dan keadilan bagi penambang rakyat Poboya yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan tersebut.

Sejumlah penambang berada di atas truk unjukrasa di dfepan Kantor DPRD Sulteng di Palu, Rabu (28/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Sejumlah penambang berada di atas truk unjukrasa di dfepan Kantor DPRD Sulteng di Palu, Rabu (28/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Perwakilan Lembaga Adat Poboya, Herman Pandejori, menegaskan bahwa perjuangan masyarakat bukan sekadar soal ekonomi, melainkan menyangkut hak historis dan keberlangsungan hidup masyarakat adat. “Kami memperjuangkan hak kami, hak masyarakat lingkar tambang, khususnya masyarakat Poboya,” kata Herman di hadapan ribuan massa.

BACA JUGA:  Jelang Natal dan Tahun Baru, Kodam XXIII/Palaka Wira Bersama Pemprov Sulteng Gelar Operasi Pasar

Menurutnya, masyarakat Poboya telah lama hidup dan beraktivitas di wilayah gunung yang kini masuk dalam konsesi PT CPM, jauh sebelum perusahaan tambang hadir. Karena itu, ia menilai tuntutan penciutan konsesi dan penetapan WPR merupakan hal yang wajar dan berkeadilan. “Ini bukan hanya soal kerja. Ini tentang bagaimana menjaga alam tanpa merusaknya,” ujarnya.

Herman juga menyoroti minimnya dampak positif kehadiran PT CPM bagi masyarakat sekitar. Ia menyebut berbagai janji perusahaan sejak awal operasi tidak pernah dirasakan secara nyata oleh warga Poboya. “CPM hanya ingin menguasai sendiri konsesi tambang di Poboya,” tegasnya.

Tokoh masyarakat lingkar tambang Poboya, Sofyar, menyebut aksi tersebut sebagai momentum penting untuk kembali mengingatkan pemerintah terhadap tuntutan masyarakat yang selama ini terabaikan. Ia menilai proses penciutan konsesi PT CPM berjalan terlalu lama, sementara warga terus hidup dalam ketidakpastian. “Warga penambang tidak ingin terus menjadi penonton di tanah leluhur mereka sendiri,” tegasnya.

BACA JUGA:  Pendaftaran Operasi Katarak Gratis di Palu Resmi Ditutup
Sejumlah penambang berada di atas truk unjukrasa di dfepan Kantor DPRD Sulteng di Palu, Rabu (28/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Sejumlah penambang berada di atas truk unjukrasa di dfepan Kantor DPRD Sulteng di Palu, Rabu (28/1/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Sementara itu, Sofyan, perwakilan warga lingkar tambang, menyoroti stigma negatif yang kerap disematkan kepada penambang rakyat Poboya. Ia menilai label ilegal diberikan secara sepihak tanpa melihat perjuangan panjang masyarakat untuk memperoleh legalitas. “Orang hanya menilai sepihak. Mereka tidak tahu perjuangan kami untuk dilegalkan,” katanya.

Menurutnya, penambang rakyat justru ingin mendapatkan akses resmi dari negara agar aktivitas pertambangan dapat dikelola secara mandiri dan bertanggung jawab di bawah payung hukum WPR. “Kami ingin diberi akses oleh negara untuk mengatur sendiri WPR. Bagaimana kami mau berbuat jika WPR selalu dihambat,” ujarnya.

Sofyan menegaskan, masyarakat Poboya akan terus memperjuangkan tanah ulayat yang saat ini berada dalam konsesi PT CPM hingga ada kepastian hukum. “Kami para penambang bertekad, jika IPR dan penciutan lahan tidak terwujud, kami akan terus berjuang agar PT CPM tidak ada lagi di Poboya,” pungkasnya.

Tokoh masyarakat Poboya lainnya, Kusnadi Paputungan, mengingatkan bahwa aktivitas tambang rakyat menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga. Menurutnya, penghentian aktivitas tambang tanpa solusi akan berdampak besar terhadap perekonomian warga. “Lewat aksi ini, kami ingin tunjukkan niat baik kami. Jangan kami terus diserang dengan stigma negatif,” katanya.

BACA JUGA:  Residivis Jambret Ojek Online Ditangkap Warga

Kusnadi mengungkapkan bahwa masyarakat telah berulang kali mengajukan permohonan penetapan WPR, namun hingga kini belum mendapat jawaban yang jelas. “Kami sudah berupaya meminta kepada negara untuk diberi WPR, tapi itu tak kunjung ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, kawasan Poboya merupakan ruang hidup bersama bagi masyarakat adat, penambang lingkar tambang, hingga pendatang dari berbagai daerah yang sama-sama berjuang memenuhi kebutuhan hidup. “Di sana mereka beradu nasib sebagai rakyat kecil yang bekerja keras karena negara belum mampu memberi lapangan kerja yang layak,” jelasnya.

Aksi ribuan penambang rakyat ini menjadi penegasan bahwa masyarakat Poboya masih menunggu kehadiran negara untuk memberikan kepastian dan keadilan atas hak mereka.

Reporter: Basri Marzuki

Editor: beritapalu

TAGGED:demodprd sultenglahan konsesipenciutan jahanponoyapt cpmtambang emastambang rakyat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Gubernur Lemhannas H. TB. Ace Hasan Syadzily menyapa anak-anak pada peringatan Natal di Jakrta, Selas (27/1/2026). (©Lemhanas) Lemhannas Peringati Natal, Tekankan Keluarga Fondasi Ketahanan Nasional
Next Article Warga bersama TNI AD bergotong royong membersihkan sampah di Pantai Uesalura, Tondo, Palu, Selasa (28/1/2026). (©Kodim 1306/KP) TNI dan Masyarakat Bergotong Royong Bersihkan Pantai Uesalura

Berita Terbaru

Operasi pencarian nelayan hilang di perairan Desa Lanona yang dihentikan karena tak membuahkan hasil. (©Basarnas Palu)
Morowali

7 Hari Dicari Tak Ditemukan, Operasi SAR Nelayan Hilang di Morowali Ditutup

21 March, 2026
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid (ketiga kiri) bersama Gubernur Sulteng periode 2021-2024, Rusdy Mastura membaca naskah khutbah tertulis usai melaksanakan shalat Id di Lapangan Vatulemo Palu, Sabtu (21/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Mantan Gubernur Rusdy Mastura Lebih Memilih Shalat Id di Vatulemo

21 March, 2026
Kapolda SUlteng Irjen Pol Endi Sutendi (tengah) bersama akapolda Sulteng Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf pada shalat Id bersama diMapolda Sulteng, Sabtu (21/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Kapolda Sulteng dan Ribuan Jamaah Gelar Shalat Id di Mako Polda

21 March, 2026
Prajurit dan warga mendengarkan khutbah usai shalat Idul Fitri di makodam XXIII/Palaka Wira, Sabtu (21/3/2026). (©Pendam 23/PW)
Militer

Prajurit dan Warga Shalat Id Bersama di Makodam XXIII/Palaka Wira

21 March, 2026
Foto udara umat Islam memadati masjid Baitul Khairaat pada shalat Idul Fitri 1447 H di Palu, Sabtu (21/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Menyatakan Kemenangan di Masjid Raya Baitul Khairaat

21 March, 2026

Berita Populer

Plt. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa (kedua kiri) bersama Pertamina Patra Niaga, Hismwana Migas, dan SPBU pad apertemuan koordinasi tentang distribusi dan stok BBM jelang lebaran Idul Fitri di palu, amis (19/3/2026). (©PotretCelebes)
Bisnis

Pertamina Tambah Stok BBM 10 Persen Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran di Palu

19 March, 2026
Ilustrasi (©UNESCO)
Internasional

PBB: Perempuan Tanggung Beban Terbesar Krisis Air Global

20 March, 2026
Warga dan simpatisan Muhammadiyah mengikuti usai shalat Idul Fitri di lapangan Nunu, Palu, Jumat (20/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Foto

Warga Muhammadiyah Palu Gelar Shalat Idul Fitri di Lapangan Nunu

20 March, 2026
Personel Gegana Unti Jibom Brimob Polda SUlteng memeriksa kolong genset di halaman Masjid Raya Baitul Khairaat Palu, Jumat (20/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Menyisir Sudut Masjid Baitul Khairaat Demi Idul Fitri yang Aman dan Khidmat

20 March, 2026
AR beserta barang bukti yang disita Satresnarkoba Polres Sigi. (©Humas Polres Sigi)
Hukum-Kriminal

Simpan 7 Paket Sabu, Pria di Sigi Biromaru Diringkus Satresnarkoba

19 March, 2026

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Kakanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan (kiri) berdialog dengan sejumlah warga binaan pada kunjungan di UPOT Pemasyarakatan, Kamis (19/3/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Donggala

Kakanwil Ditjenpas Sulteng Tinjau Kesiapan Layanan Kunjungan di UPT Pemasyarakatan

beritapalu
Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi menyerahkan bingkisan lebaran kepada anggota TNI yang bertugas do Pos Pam Opas Ketupat Lebaran, Kamis (19/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Donggala

Kapolda Sulteng Cek Pos Pam Ops Ketupat Tinombala di Palu dan Donggala

beritapalu
Wali Kota bersama Wawali, Sekot, Kapolresta, Dandim 1306/KP pada pengecekan pos pengamanan Lebaan di palu, Kamis (19/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Imron)
Palu

Wali Kota Palu Tinjau Pos Pengamanan Lebaran, Pastikan Fasilitas Siap

beritapalu
Penyaluran bantuan sembako kepada panti asuhan oleh SIP Angatan ke-55 Setukpa Polri di palu, Rabu (18/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Siswa Setukpa Polri SIP 55 Polda Sulteng Salurkan Sembako ke Panti Asuhan

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?