beritapalu.id
Friday, 23 Jan 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
BisnisPaluSulteng

Sulawesi Tengah Hadapi Tantangan Berat Transformasi Digital

Published: 4 October, 2025
Share
Ilustrasi kesenjangan digital. (©AI)
Ilustrasi kesenjangan digital. (©AI)
SHARE

PALU, beritapalu.ID | Sulawesi Tengah menghadapi tantangan serius dalam akselerasi transformasi digital meski penetrasi internet terus meningkat. Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital mengungkap kesenjangan signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta rendahnya literasi digital produktif di kalangan masyarakat.

Dengan skor nasional IMDI 2025 mencapai 44,53, Indonesia menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya (43,34). Namun capaian ini tidak merata di seluruh wilayah, termasuk di Sulawesi Tengah yang masih berjuang mengejar ketertinggalan dalam infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi digital.

Internet Masih Jadi Barang Mewah di Daerah Terpencil

Meski secara nasional penetrasi internet mencapai 80,66% dari populasi atau setara 229 juta pengguna, akses di wilayah pedalaman Sulawesi Tengah masih terbatas. Kesenjangan infrastruktur telekomunikasi antara Kota Palu dan kabupaten-kabupaten lain sangat mencolok.

Berdasarkan data IMDI, mayoritas masyarakat Indonesia mengandalkan jaringan mobile (45%) atau kombinasi mobile dan fixed (42,2%). Namun kualitas koneksi masih menjadi keluhan utama, terutama di daerah dengan topografi menantang seperti Sulawesi Tengah.

“Biaya koneksi yang mahal dan kualitas jaringan yang buruk menjadi hambatan utama masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital,” ungkap laporan IMDI 2025.

Data menunjukkan 12,11% masyarakat mengeluhkan biaya koneksi yang mahal, sementara 10,01% terkendala koneksi buruk. Kondisi ini lebih parah di wilayah perdesaan dan kepulauan yang sulit dijangkau.

Mahir Medsos, Lemah Produktivitas

Survei IMDI mengungkap fenomena menarik: masyarakat sudah mahir menggunakan aplikasi media sosial dan pesan instan untuk komunikasi, namun lemah dalam memanfaatkan teknologi untuk produktivitas kerja.

Sebanyak 59,5% responden mampu menggunakan aplikasi pesan instan secara mandiri, dan 59,3% mahir bermedia sosial. Namun angka ini kontras dengan kemampuan menggunakan aplikasi produktivitas: 37,1% belum mampu mengoperasikan aplikasi telekonferensi, dan 29,3% tidak terbiasa menggunakan email.

“Ini menunjukkan teknologi lebih banyak digunakan untuk hiburan dan sosialisasi, belum optimal untuk mendukung pekerjaan profesional,” tulis laporan tersebut.

Kondisi serupa kemungkinan besar terjadi di Sulawesi Tengah, di mana sebagian besar masyarakat mengakses internet melalui smartphone untuk media sosial, namun belum memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi produktif.

BACA JUGA:  Polresta Palu Ungkap Jaringan Curanmor, Tangkap Dua Terduga Pelaku

Kesadaran Keamanan Digital Tinggi, Praktik Rendah

Keamanan digital menjadi kerentanan serius. Meski kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan digital cukup tinggi, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masih sangat rendah.

Hanya 22,5% masyarakat yang selalu menggunakan password kuat, sementara penggunaan two-factor authentication (2FA) sangat minim dengan 51,6% responden mengaku tidak pernah menggunakannya.

Lebih mengkhawatirkan, pemahaman terhadap ancaman siber masih lemah. Sebanyak 36,3% tidak mengenali tanda-tanda phishing, dan 40,9% tidak mengetahui ancaman virus atau malware. Hanya 11,2% yang mampu mengenali, mengatasi, dan mencegah serangan phishing.

Dari sisi keamanan personal, 57% responden belum pernah melaporkan konten negatif di media sosial, dan 40% pernah membagikan informasi pribadi secara online—praktik yang berisiko tinggi terhadap pencurian data.

Pakar keamanan siber memperingatkan bahwa rendahnya praktik keamanan digital membuat masyarakat rentan terhadap penipuan online, peretasan akun, dan pencurian identitas.

E-Commerce Tumbuh, UMKM Tertinggal

Transaksi e-commerce menunjukkan pertumbuhan positif. Hampir setengah responden (48,4%) bertransaksi online minimal sekali sebulan, 17,2% seminggu sekali, dan 2,1% setiap hari.

Penggunaan dompet digital juga meningkat, dengan 11,8% pengguna bertransaksi setiap hari. Namun, mayoritas pengguna masih berperan sebagai pembeli, bukan penjual.

Kesenjangan ini tampak jelas pada pelaku usaha kecil di Sulawesi Tengah yang belum optimal memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk lokal. Kendala logistik dan ongkos kirim yang tinggi menjadi penghambat utama.

Sementara itu, penggunaan layanan digital publik masih minim. Hanya 18,56% masyarakat yang mengakses layanan kesehatan digital, 35,30% layanan kependudukan, 15,38% layanan perizinan, dan 3,82% layanan aduan publik.

Kreator Konten Digital Masih Langka

Potensi ekonomi kreatif digital belum tergali optimal. Hanya 10,7% individu yang aktif membuat konten digital dalam tiga bulan terakhir, sementara 89,3% masih berperan sebagai konsumen konten.

Di antara yang membuat konten, mayoritas melakukannya secara periodik: 35,9% minimal sekali sebulan, 32,2% kurang dari sekali sebulan, dan hanya 8,8% yang membuat konten setiap hari.

BACA JUGA:  Menkumham Diskusikan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

“Masyarakat lebih dominan sebagai konsumen konten dibanding produsen. Rendahnya partisipasi dalam pembuatan konten digital mencerminkan perlunya peningkatan literasi digital dan pelatihan keterampilan kreatif,” papar laporan IMDI.

Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Sulawesi Tengah untuk mengembangkan industri konten digital yang mempromosikan kearifan lokal, pariwisata, dan produk UMKM.

Dunia Usaha: Jurang Digital UMK dan UMB

Kesenjangan digital juga tampak nyata di dunia usaha. Survei IMDI terhadap 11.901 responden industri mengungkap perbedaan drastis antara Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan Usaha Menengah dan Besar (UMB).

Sebanyak 85% UMB telah terhubung internet, sementara UMK hanya 63%—selisih 22 poin persentase. Dari sisi adopsi teknologi, kesenjangan lebih mencolok:

Media sosial: UMB 68%, UMK 51,6%

Platform kolaborasi: UMB 53,5%, UMK <20%

ERP/CRM: UMB 17-28%, UMK <6%

Cloud computing: UMB 20-25%, UMK <5%

AI/IoT: UMB 17-20%, UMK <3%

UMB juga lebih banyak menggunakan jaringan fixed (53,9%) untuk stabilitas dan kapasitas besar, sementara UMK mengandalkan jaringan mobile (57,1%) yang lebih fleksibel dan terjangkau.

Kesenjangan ini berdampak pada daya saing. UMK yang mendominasi struktur ekonomi (58,6% responden) tertinggal dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar.

Pelatihan Digital Minim, Keterampilan Tidak Memadai

Partisipasi dunia usaha dalam pelatihan keterampilan digital sangat rendah. Hanya 17,6% UMB dan 3,7% UMK yang pernah mengikuti pelatihan digital.

Padahal, kebutuhan akan keterampilan digital terus meningkat. Keterampilan dasar seperti Microsoft Office, internet, dan email dibutuhkan 48-71% perusahaan. Namun untuk keterampilan lanjutan seperti analisis data, pemrograman, dan AI, kesenjangan kebutuhan antara UMB (33-62%) dan UMK (19-42%) sangat besar.

“Kesenjangan keterampilan digital ini mengindikasikan bahwa UMB menilai keterampilan lanjutan sebagai aspek strategis, sementara UMK masih fokus pada keterampilan dasar dan belum siap mengadopsi teknologi tingkat lanjut,” ungkap laporan.

BACA JUGA:  Kemenkumham Sulteng Target Maksimalisasi Realisasi Anggaran dan IKPA

Kondisi ini menegaskan perlunya intervensi strategis melalui pelatihan terarah, pemberian insentif kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kapasitas digital UMK.

Pemerintah Diminta Ambil Langkah Konkret

Transformasi digital Sulawesi Tengah memerlukan langkah strategis dan terukur dari pemerintah daerah. Beberapa rekomendasi prioritas meliputi:

Infrastruktur : Percepatan pembangunan BTS di wilayah blank spot; Subsidi paket internet untuk pelajar dan UMKM; Pembangunan backbone fiber optik provinsi

Literasi Digital : Gerakan masif literasi digital hingga tingkat RT/RW; Pelatihan guru TIK dan penyediaan perangkat di sekolah; Kampanye keamanan digital dan anti-hoaks

Pemberdayaan UMKM: Platform e-commerce lokal untuk produk Sulteng; Pelatihan digital marketing untuk UMKM; Kemudahan logistik dan pembayaran digital; Inkubator startup digital

Pengembangan SDM: Program pelatihan keterampilan digital massif; Sertifikasi kompetensi digital; Vokasi dan bootcamp coding; Job portal digital Sulteng

Layanan Publik: Integrasi layanan publik dalam satu platform; Simplifikasi perizinan online; Telemedicine untuk daerah terpencil

Kepala Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital, dalam kata pengantar laporan IMDI 2025, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memastikan transformasi digital berjalan inklusif dan tidak meninggalkan kelompok masyarakat manapun.

Sulawesi Tengah kini berada di persimpangan penting: memanfaatkan momentum digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, atau tertinggal lebih jauh dalam kesenjangan digital yang terus melebar.

Tentang IMDI 2025

Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 disusun Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital RI. Survei melibatkan lebih dari 18.000 responden individu dan 11.000 unit usaha di 514 kabupaten/kota di Indonesia.

IMDI mengukur kematangan digital masyarakat melalui empat pilar: Infrastruktur & Ekosistem (skor nasional 53,06), Literasi Digital (49,28), Pekerjaan (42,91), dan Pemberdayaan (34,32). Skor nasional IMDI 2025 adalah 44,53, meningkat dari 43,34 di tahun 2024.

Data IMDI menjadi rujukan penting bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan transformasi digital berbasis bukti. (bmz)

 

Editor: beritapalu

TAGGED:imdiindeks masyarakat digital indonesiakesenjagan digitalkomdigimasyarakat digital
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Pemberian apresiasi kepada responden oleh BI SUlteng dalam kegiatan Temu Responden di Palu, Jumat (3/10/2025). (©Irwan) Bank Indonesia Sulteng Apresiasi Kontribusi Responden Survei Ekonomi
Next Article Tim SAR briefing sebelum berangkat melakukan pencarain nelayan yang hilang di perairan Desa Dodung, Banggai Laut, Sabtu (4/10/2025). (© Basarnas Palu) Nelayan Hilang di Perairan Banggai Laut, Tim SAR Diterjunkan

Berita Terbaru

©Bateman Production
Bisnis

Bateman Production Gelar “Rock to Cafe” di 168 House Akhir Januari

23 January, 2026
Bupati Donggala Vera A Laruni di depan massa unjuk rasa, Kamis (22/1/2026)(. (©Humas Pemkab Donggala)
Donggala

Pemkab Donggala Dukung Kapal Pelni Kembali Beroperasi di Pelabuhan Donggala

23 January, 2026
Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Maros, Juma t(23/1/2026). ( ©Basarnas Makassar)
Headline

Operasi SAR Pesawat ATR 42-500: 10 Paket Korban Ditemukan

23 January, 2026
Sejumlah warga Filipina yang diselamatkan oleh nelayan di Buol, Kamis (22/1/2026). (©Huams Porles Buol)
Buol

Nelayan Buol Selamatkan 15 WNA Filipina yang Hanyut 13 Hari di Laut

23 January, 2026
Petani dari Serikat Petani Pasundan (SPP) melakukan aksi solidaritas atas perjuangan Masyarakat Adat Tano Batak dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (16/7/2025). (©KPA)
Komunitas

KPA Apresiasi Pencabutan Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan di Sumatera

23 January, 2026

Berita Populer

Foto

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Alam Buntiede di Desa Padende

25 October, 2021

Pelaku Pembunuhan di Taman Ria Akhirnya Ditangkap Polisi

28 July, 2021
Komunitas

Tak Ada Perempuan, Sikola Mombine “Gugat” SK Penetapan Anggota KPID Sulteng

10 January, 2022
Morowali Utara

Perahu Terbalik Dibawa Arus, Seorang Warga masih Dicari

14 December, 2021
Parigi Moutong

Banjir di Sidoan Barat Seret Seorang Warga

3 January, 2022

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Ilustrasi
Hukum-Kriminal

Polsek Palu Barat Tangkap Dua Terduga Pelaku Pembobol Rumah

beritapalu
Foto bersama usai pembuaan workshop Sitem Kesehatan dan perubahan iklim di Palu, Jumat (23/1/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Lingkungan

Workshop Ketahanan Sistem Kesehatan: Perubahan Iklim Ancam Kesehatan

beritapalu
Foto bersama Bupati Donggala dengan pimpinan OMS usai audiensi di Donggala, Kamis (22/1/2026). (©Sikola Mombine)
Donggala

Bupati Donggala Sambut Baik Inisiatif Pembentukan Forum Multi Pihak

beritapalu
Tim SAR gabungan mengevakuasi dua nelayan yan hanyut setelah rompong mereka pusut di Teluk Tomini, Parimo, Kamis (22/1/2026). (©Basarnas Palu)
Parigi Moutong

Dua Nelayan yang Hanyut di Teluk Tomini Ditemukan Selamat

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?