beritapalu.id
Friday, 23 Jan 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
FeatureHeadlineInspirasiPosoSeni Budaya

Ironi Seribu Megalit: Antara Slogan dan Lubang Tak Berujung

Published: 30 June, 2025
Share
Situs megalit Pokekea di Desa Hanggira, Lore Tengah, Poso. Jumat (27/6/2025). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Situs megalit Pokekea di Desa Hanggira, Lore Tengah, Poso. Jumat (27/6/2025). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
SHARE

POSO, beritapalu | Kabut pagi masih menggantung di antara perbukitan Napu dan Behoa, membingkai tenang Lembah Lore yang menyimpan kekayaan prasejarah Nusantara. Namun di bawah pesona purba itu, jalanan retak, berlubang, dan longsor perlahan-lahan menjadi batas yang memisahkan sejarah dari pengunjungnya.

Jalur Napu–Behoa, satu-satunya akses menuju dua ikon megalitikum Sulawesi Tengah—Pokekea dan Tadulako—sudah bertahun-tahun rusak parah. Bukan sekadar tidak mulus, namun berbahaya. Lubang-lubang dalam, tumpukan batu lepas, dan kubangan lumpur kerap menjerat kendaraan. Di musim hujan, kendaraan bermotor bahkan terpaksa ditinggalkan, dan pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menumpang truk warga.

“Kami ingin mengenalkan warisan dunia ini, tapi akses ke sana seakan tidak pernah dianggap penting,” keluh Sunardi, pemandu wisata lokal asal Desa Doda.

Warisan Budaya Dibatasi Medan

Sulawesi Tengah sudah mendeklarasikan diri sebagai “Provinsi Seribu Megalit”, membanggakan keberadaan patung batu, kalamba, dan struktur batu kuno di Lembah Napu dan Bada. Bahkan, Festival Tampo Lore telah digelar empat kali berturut-turut, menghadirkan tamu nasional dan internasional untuk merayakan identitas budaya Sulawesi Tengah.

BACA JUGA:  Kopi Ngamba, Inisiatif Kembalikan Kejayaan Kopi di Lembah Lore

Namun, selama itu pula, jalan penghubung ke ikon megalit tetap rusak, tanpa intervensi berarti dari pemerintah.

“Setiap festival, spanduk besar dipasang, tamu datang. Habis itu, kami kembali bergelut dengan jalan rusak dan lumpur,” kata warga Desa Torire.

Potensi Wisata yang Terkubur

Pokekea dan Tadulako bukan sekadar batu tua—mereka adalah saksi hidup peradaban yang diperkirakan berusia lebih dari 3.000 tahun. Kalamba, bejana batu raksasa yang tersebar di situs ini, telah menjadi perhatian arkeolog internasional karena keunikan bentuk dan nilai ritualnya.

Namun potensi wisata dan edukasi ini tak bisa berkembang. Tak sedikit pengunjung mengurungkan niat setelah membaca ulasan tentang medan ekstrem dan minimnya fasilitas dasar. Riset, dokumentasi, dan pelestarian budaya pun terhambat.

BACA JUGA:  100 Pohon Mahoni Ditanam di Kawasan Megalit Pokokea

“Kalamba itu sudah mendahului semua kita. Tapi yang lebih purba sekarang adalah jalannya,” ujar Dafa, peneliti budaya asal Makassar, setengah berkelakar.

Kondisi jalan yang berkubang lumpur menuju Behoa, Lore Tengah, Minggu (29/6/2025). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Kondisi jalan yang berkubang lumpur menuju Behoa, Lore Tengah, Minggu (29/6/2025). (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Jalan Bukan Pelengkap, Tapi Kebutuhan Dasar

Warga telah berkali-kali mengajukan permintaan perbaikan melalui musrenbang desa, media lokal, hingga forum publik. Namun hasilnya nihil. Program pembangunan menyasar tempat lain, sementara Behoa dan Napu seperti “dianaktirikan”.

“Kami tidak minta istana. Kami hanya minta jalan. Supaya tamu bisa sampai, anak bisa sekolah, warga bisa hidup lebih layak,” ujar Kepala Desa Bariri.

Saat Kata Tidak Sejalan dengan Langkah

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menjadikan “Seribu Megalit” sebagai identitas resmi. Tapi di balik slogan itu, jalan menuju situs purba ini tetap terperosok dalam lumpur retoris.

BACA JUGA:  OJK Cabut Izin Usaha PT Sarana Sulteng Ventura, Wajib Selesaikan Hak dan Kewajiban

Pokekea dan Tadulako tetap berdiri kokoh, menantikan langkah-langkah baru yang ingin memahami masa lalu. Tapi selama jalur menuju mereka rusak tanpa solusi, seribu megalit akan tetap jadi seribu alasan untuk tidak datang.

Di tengah semangat promosi pariwisata berbasis kearifan lokal, infrastruktur seharusnya menjadi tulang punggung utama. Jalan bukan sekadar akses fisik, melainkan jembatan antara sejarah dan masa depan, antara keingintahuan dan kenyataan.

Selama jalur menuju Pokekea dan Tadulako masih rusak, seruan “Seribu Megalit” hanya akan terdengar sebagai gema tanpa jejak. Sebab tak ada warisan budaya yang akan hidup bila ia dipisahkan oleh lumpur, longsor, dan ketidakpedulian. (bmz)

 

Editor: beritapalu

TAGGED:behoafestival tampolorelembah loremegalitpokekeasitus sejarahtadulako
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Wali Kota Hadianto Rasyid menyerahkan tumpeng kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota PAlu, Diah Puspita pada peringatan Harganas ke-32 di halaman Kantor wali Kota Palu, Senin (30/6/2025). (Foto: Prokopim Setda Kota Palu/Jufri) Di Harganas, Wali Kota Tegaskan Pentingnya Tiga Pilar Pembangunan Keluarga
Next Article Kapolda Sulteng Irje Pol Agus Nugroho (kedua kanan) menyerahkan naskah persetujuan pinjam pakai sepeda motor kepada warga yang kehilangan motor usai konferensi pers pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Mapolda Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (30/6/2025). (bmzIMAGES) Polda Sulteng Amankan 66 Unit Motor Curian, 18 Tersangka Ditahan

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan mengevakuasi dua nelayan yan hanyut setelah rompong mereka pusut di Teluk Tomini, Parimo, Kamis (22/1/2026). (©Basarnas Palu)
Parigi Moutong

Dua Nelayan yang Hanyut di Teluk Tomini Ditemukan Selamat

22 January, 2026
Evauasi korban pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Enam Korban Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung

22 January, 2026
Evauasi pack body part di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Sembilan Pack Body Part di Lokasi Kecelakaan Pesawat

22 January, 2026
Foto bersama usai coffee morning di lapangan Vatulemo Palu, Kamis (22/1/2026). (©Humas Polresta Palu)
Palu

Coffee Morning, Kapolresta Palu Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan

22 January, 2026
Rapat virtual bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tentang penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan, Kamis (22/1/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Palu

Kanwil Ditjenpas Sulteng Dorong Pembentukan PKBM di Lapas dan Rutan

22 January, 2026

Berita Populer

Foto

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Alam Buntiede di Desa Padende

25 October, 2021

Pelaku Pembunuhan di Taman Ria Akhirnya Ditangkap Polisi

28 July, 2021
Komunitas

Tak Ada Perempuan, Sikola Mombine “Gugat” SK Penetapan Anggota KPID Sulteng

10 January, 2022
Morowali Utara

Perahu Terbalik Dibawa Arus, Seorang Warga masih Dicari

14 December, 2021
Parigi Moutong

Banjir di Sidoan Barat Seret Seorang Warga

3 January, 2022

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Rakor operasi SAR pesawat ATR 42-500 di Makassar, Selasa (20/1/2026). (©Basanras Makassar)
Headline

Hari Keempat Operasi SAR Pesawat ATR 42-500, Tim Sisir Lokasi Temuan

beritapalu
Kelom[pok seni Tardigrada. (©Tardigrada)
Palu

Tardigrada Gelar Showcase di 168 Jelang Pentas di Solo dan Thailand

beritapalu
Tim SAR menurunkan jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang dievakuasi dengan helikopter, Rabu (21/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Korban Ketiga Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dengan Helikopter

beritapalu
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban kedua pesawat ATR42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung Maros, Sulsel, Selasa (20/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dari Kedalaman 350 Meter

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?