beritapalu.id
Friday, 23 Jan 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
InspirasiLingkunganPalu

Melihat Burung Maleo Tak Harus ke Banggai, di Palu pun Bisa

Published: 1 August, 2023
Share
Burung Maleo. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)
SHARE

PALU, beritapalu | Untuk melihat langsung wujud atau rupa burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang endemik Sulawesi, tak harus ke Kabupaten Banggai yang dikenal sebagai habitatnya, di Kota Palu pun burung ikonik itu juga dapat disaksikan langsung.

Adalah Dr Ir Mobius Tanari MP IPU, seorang dosen di Fakultas Peternakan dan Perikanan Untad yang menangkarkannya di kediamannya yang terletak di Jalan Bente, Tavanjuka. Memanfaatkan bagian sisi halaman rumahnya, puluhan ekor burung Maleo berhasil ditangkarkannya.

Burung Maleo (Macrocephalon maleo) di dalam kandang penangkaran di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (1/8/2023). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Awalnya, burung-burung Maleo itu diperoleh dari pusat konservasi di tiga perusahaan di Kabupaten Banggai. Dr Mobius adalah staf ahli di ketiga perusahaan tersebut untuk usaha-usaha pelestarian lingkungan, terutama satwa endemik Maleo.

Mobius bercerita, penangkaran yang dilakukan atas seizin Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng itu tidak semata karena latar belakangnya di bidang peternakan, namun juga karena ketertarikannya pada dunia burung.

BACA JUGA:  Pemkot Palu Teken MoU Program MBKM dengan Untad

“Saya mulai bergelut dengan burung Maleo ini sejak 2004,” aku Mobius di sela-sela memberi makan anakan burung Maleo berusia dua minggu di salah satu kandang penangkarannya, Selasa (1/8/2023).

Sejak itu, aktivitasnya banyak diwarnai dengan kegiatan yang bersinggungan dengan burung Maleo. Hingga suatu ketika disadari bahwa upaya pelestarian itu tidak semata dengan menangkarkannya, tetapi juga harus menjadi obyek penelitian.

Anakan burung Maleo di penangkaran. (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

“Mahassiwa saya kan cukup banyak, kasihan juga kalau untuk meneliti Maleo ini harus ke Banggai. Jadi saya berfikir bagaimana membuat penangkaran yang mudah dijangkau oleh mahasiswa untuk penelitian,” lanjutnya.

Pusat konservasi itu kemudian didirikannya atas persetujuan BKSDA setempat, dan sejumlah mahasiswa pun telah terlibat aktif dalam berbagai proyek penelitian. Bahkan dari penangkaran itu sejumlah keberhasilan telah diraihnya, antara lain pelepasliaran Maleo ke habitat aslinya, pengiriman ke sejumlah kebun binatang di Indonesia, dan terpenting lagi, sejumlah mahasiswa telah menyelesaikan proyek penelitiannya di kawasan tersebut.

BACA JUGA:  Polres Palu Gelar Vaksinasi Merdeka Serentak di Untad

“Jadi motivasi awalnya memang seperti itu, pertama sebagai tempat riset berkelanjutan, kedua dapat memperkenalkan Maleo ke masyarakat dan terakhir membantu peningkatan populasi di alam,” jelasnya.

Meskipun kawasan penangkaran itu cukup terbatas dari segi luasan, namun Mobius mengaku enjoy saja dengan itu. Ia juga merasa tidak terganggu jika ada pengunjung yang datang secara khusus hanya untuk melihat Maleo yang ditangkarkannya termasuk warga negara asing yang beberapa kali datang berkunjung, maklum katanya karena terbuka untuk publik.

Mahasiswa menata telur burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang akan dietaskan (bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Kebanggaan bagi Mobius, karena melalui penangkaran yang dilakukannya, anggapan bahwa system  reproduksi burung Maleo tidak berjalan dengan baik jika berada di luar habitatnya, terbantahkan. Ia mengaku, telah beberapa kali berhasil menetaskan telur maleo setelah dilakukan riset mendalam. Bahkan ratusan ekor burung maleo dilepasliarkannya dari penangkaran yang dilakukannya itu.

BACA JUGA:  Temuan Ikan Padi Endemik Danau Tambing Diakui Secara Internasional

Berdasarkan data BKSDA, sejak 1950-an populasi burung Maleo telah menurun drastis hingga 90 persen. Penurunan itu sangat mengkuatirkan hingga pemerintah menerbitkan PP  No.7/1999 yang salah satunya melindungi burung endemik Sulawesi ini. BirdLife International, sebuah lembaga konservasi international untuk pelestarian burung bahkan menyebut, populasi global maleo saat ini berkisar 8.000 – 14.000 individu dewasa.

“Harapan kita adalah populasi burung Maleo ini makin banyak dan tidak lagi dilindiungi, sehingga masyarakat bisa juga memeliharanya,” harap Mobius. (afd)

Editor: beritapalu

TAGGED:animalfaunakonservasilingkunganmaleomarcochepalon maleomobius tanariuntad
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Masewo, Mempertahankan Kearifan Lokal dan Warisan Budaya
Next Article galungan Umat Hindu di Palu Gelar Persembahyangan Hari Galungan

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan mengevakuasi dua nelayan yan hanyut setelah rompong mereka pusut di Teluk Tomini, Parimo, Kamis (22/1/2026). (©Basarnas Palu)
Parigi Moutong

Dua Nelayan yang Hanyut di Teluk Tomini Ditemukan Selamat

22 January, 2026
Evauasi korban pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Enam Korban Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung

22 January, 2026
Evauasi pack body part di pegunungan Bulu Saraung, Maros, kamis (22/1/2026). (©Basarnas Makassar)
Headline

Tim SAR Temukan Sembilan Pack Body Part di Lokasi Kecelakaan Pesawat

22 January, 2026
Foto bersama usai coffee morning di lapangan Vatulemo Palu, Kamis (22/1/2026). (©Humas Polresta Palu)
Palu

Coffee Morning, Kapolresta Palu Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan

22 January, 2026
Rapat virtual bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tentang penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan, Kamis (22/1/2026). (©Humas Ditjenpas Sulteng)
Palu

Kanwil Ditjenpas Sulteng Dorong Pembentukan PKBM di Lapas dan Rutan

22 January, 2026

Berita Populer

Foto

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Alam Buntiede di Desa Padende

25 October, 2021

Pelaku Pembunuhan di Taman Ria Akhirnya Ditangkap Polisi

28 July, 2021
Komunitas

Tak Ada Perempuan, Sikola Mombine “Gugat” SK Penetapan Anggota KPID Sulteng

10 January, 2022
Morowali Utara

Perahu Terbalik Dibawa Arus, Seorang Warga masih Dicari

14 December, 2021
Parigi Moutong

Banjir di Sidoan Barat Seret Seorang Warga

3 January, 2022

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Sejumlah pelaku curanmor duduk di atas kendaraan hasil curiannya di Mapolresta Palu, Rabu (21/1/2026)/. (©Huams Polresta Palu)
Hukum-Kriminal

Polresta Palu Ungkap Pencurian Sepeda Motor, Dua Pelaku Ditangkap

beritapalu
Kasdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita bersama para Asisten Kodam XXIII/Palaka Wira dan para Kepala Badan Pelaksana Kodam (Kabalakdam), perwira, bintara, tamtama, serta PNS pada peringatan Isra Miraj di masjid Al Aqsa Kodam XXIII/PW Palu, Kamis (22/1/2026). (©Pendam23)
Militer

Kodam XXIII/Palaka Wira Peringati Isra Mi’raj 1447 H di Masjid Al-Aqsha

beritapalu
Sejumlah anak TK mencoba boat saat melakukan kunjungan edukasi kebencanaan di Basarnas Palu, Kamis (22/1/2026). (©Basarnas Palu)
Palu

Basarnas Palu Kenalkan Kesiapsiagaan Bencana kepada Siswa TK

beritapalu
Sejumlah personel Basarnas Palu yang akan memperkuat Basarnas Makassar dalam operaso SAR pesawat ATR 42-500 di Maros-Pangkep, Rabu (21/1/2026). (©Basarnas Palu)
Palu

Basarnas Palu Kirim Personel Bantu Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?