HeadlineIndeksNasional

Gandeng Mata Media Nusantara, UNESCO Latih 30 Kreator Konten Gunakan AI Secara Etis

×

Gandeng Mata Media Nusantara, UNESCO Latih 30 Kreator Konten Gunakan AI Secara Etis

Sebarkan artikel ini

​JAKARTA,beritapalu.id | Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) bekerja sama dengan Mata Media Nusantara menggelar pelatihan literasi digital bagi 30 kreator konten dan perwakilan media lokal dari lima provinsi di Indonesia, Jumat (23/10/2026). Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan memverifikasi informasi dan mendorong penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara etis serta bertanggung jawab.

​Para peserta yang terdiri atas blogger, podcaster, influencer, dan pengelola media independen tersebut berasal dari Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Jawa Barat, serta wilayah Jabodetabek.

​Kegiatan bertajuk Lokakarya Konten: Memproduksi Konten yang Dapat Dipercaya, Menarik, dan Berkelanjutan di Era AI ini diselenggarakan sebagai bagian dari Local Media Summit 2026 sekaligus memperingati Pekan Literasi Media dan Informasi Global 2026.

​Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali Super Creators Toolkit dari UNESCO dan diperkenalkan pada metode SIFT (Stop, Investigate the source, Find better coverage, Trace claims). Metode empat langkah ini dirancang untuk membantu pembuat konten menavigasi informasi digital dengan cara berhenti sejenak, menyelidiki sumber, mencari pembanding yang lebih akurat, serta menelusuri klaim hingga ke konteks aslinya.

​Direktur Kantor Regional UNESCO di Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, menekankan pentingnya peran kreator konten yang kini kian memengaruhi cara masyarakat menyerap informasi di tengah pesatnya adopsi teknologi AI.

​”Seiring AI menjadi bagian dari produksi konten sehari-hari, pengaruh tersebut disertai tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan keakuratan dan kredibilitas. Kreator konten perlu memiliki keterampilan untuk mempertanyakan apa yang mereka lihat, memverifikasi informasi, dan mengambil keputusan yang terinformasi mengenai apa yang mereka bagikan,” ujar Maki dalam keterangan resminya.

​Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Mata Media Nusantara, Suwarjono, menyoroti tantangan kompleks yang dihadapi praktisi media dan pembuat konten akibat masifnya penyebaran disinformasi dan penggunaan AI. Menurutnya, pemahaman literasi media yang kuat menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.

​”Penyebaran informasi salah yang cepat mengharuskan para kreator konten memperkuat keterampilan literasi media, memverifikasi informasi secara lebih ketat, serta menjunjung tinggi standar etika. Kompetensi ini penting untuk mempertahankan kepercayaan publik dan memastikan platform digital berkontribusi positif bagi masyarakat,” tutur Suwarjono.

​Selain memberikan pembekalan teknis, program ini juga didesain untuk mempererat kolaborasi antara media lokal dan komunitas kreator. Melalui sinergi ini, media lokal berperan dalam riset dan verifikasi fakta, sementara kreator konten mengemas ulang informasi tersebut menjadi materi digital yang menarik, adaptif, dan mudah dipahami oleh audiens daring.

​melalu kerja sama ini, UNESCO dan Mata Media Nusantara berharap dapat membentuk ekosistem informasi nasional yang lebih tangguh, inklusif, dan tepercaya di tengah tantangan era kecerdasan buatan.

Editor: beritapalu
Penulis: Redaksi
Tanggal: Sabtu, 24 Okt 26
Untuk update berita di beritapalu.id, ikuti saluran kami di sini: Saluran WhatsApp