PALU, beritapalu.ID | Kabar lega datang dari perairan utara Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. Seluruh anak buah kapal (ABK) Kapal Nazila 05 yang sempat dinyatakan hilang setelah kapalnya tenggelam dini hari berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan, Selasa (31/3/2026) pukul 08.24 WITA..
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal membenarkan keberhasilan evakuasi tersebut.
“Operasi SAR diusulkan untuk ditutup setelah seluruh korban ditemukan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat,” ujarnya.
Insiden bermula pada Minggu (29/3/2026) pukul 18.00 WIT, saat Kapal Nazila 05 bertolak dari Pulau Taliabu menuju Desa Kema, Provinsi Sulawesi Utara. Sekitar pukul 03.30 WIT keesokan harinya, Nakhoda Gazali Minggu (46) menghubungi pemilik kapal, Rifani Samatia, dan melaporkan bahwa haluan kapal patah akibat cuaca buruk. Tiga puluh menit berselang, nakhoda kembali menelepon dengan kabar lebih buruk: kapal telah tenggelam, dan seluruh ABK terpaksa menyelamatkan diri secara mandiri menggunakan long boat.
Laporan resmi diterima Kansar Palu pada Senin (30/3/2026) pukul 10.00 WITA. Tim SAR langsung bergerak, melibatkan Crew KN SAR Bhisma, Rescuer Pos SAR Luwuk, Crew RB 216 Gorontalo, serta ABK KM Nazila 04, dengan dukungan peralatan navigasi, komunikasi, rigid boat, dan Starlink.
Operasi pencarian dimulai sejak dini hari Selasa (31/3/2026). KN SAR Bhisma pada pukul 03.00 WITA bergerak ke koordinat awal, namun hasilnya nihil. Pukul 05.00 WITA, RB 216 Gorontalo melanjutkan pencarian di koordinat 0° 12.457’N / 124° 13.332’E sesuai rencana operasi.
Titik terang muncul pukul 06.00 WITA, saat Com Center Kansar Palu berhasil berkoordinasi dengan penjaga rakit di perairan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan memperoleh informasi bahwa seluruh korban diperkirakan berada di koordinat 0° 21.00’S / 124° 37.000’E. KN SAR Bhisma langsung diarahkan ke titik tersebut.
Sekitar pukul 08.24 WITA, seluruh korban akhirnya ditemukan selamat, berada sekitar 16 mil laut dari lokasi kapal tenggelam.
Setelah ditemukan, para korban segera dievakuasi menuju Pelabuhan Lalong, Luwuk. Pada pukul 18.30 WITA, seluruh 21 orang tiba di pelabuhan dan langsung dibawa ke RSUD Luwuk untuk menjalani pemeriksaan medis. Termasuk di antaranya Nakhoda Gazali Minggu yang pertama kali melaporkan tenggelamnya kapal.
Dengan seluruh korban ditemukan selamat, operasi SAR resmi dihentikan dan semua unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya