POSO, beritapalu.ID | Fenomena hujan es mengejutkan warga di kawasan Lembah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3/2026) sore. Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah warga mengabadikan butiran es yang jatuh di kawasan Puncak Padeha Napu saat hujan masih berlangsung.
Dalam video yang beredar, terdengar suara benturan butiran es di kaca kendaraan. “Masuk dalam mobil, esnya bakristal-kristal,” ujar perekam video yang berada di dalam mobil, sekaligus memastikan lokasi kejadian berada di kawasan Napu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dikutip dari ANTARA menjelaskan, fenomena itu terjadi akibat pertumbuhan awan konvektif jenis Cumulonimbus (CB) yang berkembang secara signifikan di wilayah tersebut. Berdasarkan pantauan citra satelit, cuaca di wilayah Napu pada pagi hingga siang terpantau cerah. Namun sekitar pukul 14.30 WITA mulai terdeteksi pertumbuhan awan, dan pada pukul 15.30 WITA awan konvektif mulai terbentuk dan meluas.
Pertumbuhan awan terus berlangsung hingga pukul 16.10 WITA dengan suhu puncak awan mencapai sekitar minus 80 derajat Celcius. Fase peluruhan awan konvektif kemudian terjadi mulai pukul 16.20 hingga sekitar pukul 18.00 WITA.
BMKG menjelaskan, hujan es terjadi akibat adanya arus udara turun atau downdraft dari awan Cumulonimbus. Kristal es yang terbentuk di dalam awan turun dengan cepat pada fase peluruhan sehingga tidak sempat mencair sebelum mencapai permukaan tanah.
Forecaster BMKG Meteorologi Palu, Muh Fatan, menyebut fenomena ini lazim terjadi di dataran tinggi. “Fenomena hujan es disebabkan oleh awan kumulonimbus. Di wilayah Indonesia biasanya terjadi pada wilayah dataran tinggi. Sering terjadi pada siang hingga sore hari,” ujarnya, Minggu.
Kondisi suhu lingkungan yang relatif dingin serta faktor topografi wilayah Napu yang berada di dataran tinggi turut mendukung terbentuknya hujan es. Semakin tinggi suatu wilayah, suhu udara cenderung lebih rendah sehingga memungkinkan butiran es bertahan hingga ke permukaan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang karena fenomena hujan es bersifat lokal dan umumnya berlangsung singkat, namun tetap perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat menyertainya.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya