PALU, beritapalu.ID | Pemerintah Kota Palu bersama Pertamina, Hiswana Migas, perwakilan SPBU, dan sejumlah instansi terkait menggelar pertemuan koordinasi untuk memastikan kelancaran distribusi BBM bersubsidi menjelang hingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kamis (19/3/2026) di Auditorium Kantor Wali Kota Palu.
Sales Branch Manager Fuel PT Pertamina Patra Niaga Sulteng, Gidan R, menyampaikan konsumsi Pertalite dan Pertamax mengalami kenaikan sekitar 5 persen selama periode Satgas, seiring meningkatnya arus mudik. Untuk mengantisipasi lonjakan, Pertamina telah menyiapkan tambahan stok hingga 10 persen.
“Puncak arus mudik pertama terjadi pada 14–15 Maret, kemudian puncak kedua pada 18–20 Maret,” ujar Gidan. Ia juga memprediksi arus balik pertama pada 24–25 Maret dan puncak arus balik kedua pada 28–29 Maret 2026.
Sementara konsumsi solar justru turun seiring berkurangnya aktivitas angkutan logistik selama masa libur. Pihak Hiswana Migas menyebut kondisi penyaluran BBM secara umum aman dan terkendali.
Plt. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa memastikan stok BBM dan LPG di Kota Palu aman hingga akhir Maret 2026.
“Jangan panik. Ketersediaan BBM dan LPG di Kota Palu insya Allah aman. Mari kita jaga bersama agar penyalurannya tepat sasaran,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying dan mengingatkan bahwa laporan penyaluran yang tidak tepat sasaran dapat disampaikan melalui call center Pertamina di nomor 135.
Pemkot Palu juga akan menggelar sidak ke sejumlah SPBU setelah Lebaran sebagai langkah pengawasan distribusi BBM bersubsidi.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya