PALU, beritapalu.ID | Nyala api obor itu bergerak perlahan, membelah malam di pusat Kota Palu. Sabtu (14/2/2026) malam, ratusan warga tumpah ke Jalan Balaikota, membawa suluh bambu yang menyala terang. Dari kejauhan, cahaya api tampak seperti gelombang kecil yang terus merambat menyusuri jalan.
Pawai obor tersebut diselenggarakan oleh Pemuda Alkhairaat sebagai bagian dari tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti, terutama oleh kalangan muda dan para simpatisan Alkhairaat di Kota Palu.
Titik kumpul dimulai di Jalan Balaikota Palu, lalu rombongan bergerak melewati sejumlah ruas jalan protokol di ibu kota Sulawesi Tengah itu. Arus lalu lintas sempat melambat, namun suasana tetap tertib dengan pengawalan dan pengaturan dari petugas kepolisian.
Pesertanya beragam. Anak-anak berjalan di barisan depan dengan wajah serius namun bersemangat, remaja berjejer rapi mengenakan atribut organisasi, sementara orang tua, ibu-ibu dan bapak-bapak simpatisan Alkhairaat mengikuti di belakang. Kebersamaan terasa kuat, seolah perbedaan usia melebur dalam satu tujuan yang sama.
Sebagian besar peserta berjalan kaki sambil menggenggam obor yang terus menyala. Namun di sela-sela rombongan, terlihat pula beberapa sepeda motor dan mobil yang ikut mengiringi, menjaga ritme barisan tetap panjang dan utuh hingga ke ruas jalan berikutnya.
Dari barisan itu terdengar lantang seruan panji-panji kebesaran Allah SWT. Takbir dan kalimat pujian menggema di antara jalan-jalan kota. Api obor yang berkibar diterpa angin malam seakan menguatkan gema suara yang terus bersahut-sahutan.
Wajah-wajah peserta tampak diterangi cahaya jingga. Beberapa remaja sesekali merapikan posisi obor agar api tetap tegak, sementara yang lain mengabadikan momen dengan telepon genggam. Di sisi jalan, warga berdiri menyaksikan iring-iringan panjang yang perlahan melintas.
Bagi Pemuda Alkhairaat, pawai obor bukan sekadar arak-arakan. Ini menjadi simbol penyambutan bulan yang penuh rahmat, sekaligus sarana mempererat solidaritas antaranggota dan simpatisan. Tradisi ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam kegiatan keagamaan di ruang publik.
Malam itu, ketika rombongan terus bergerak menyusuri jalan protokol Palu, nyala obor tetap menyala tanpa padam. Cahaya-cahaya kecil itu menjadi penanda bahwa Ramadhan sudah di ambang pintu, disambut dengan semangat, doa, dan kebersamaan.
Selamat dating bulan suci Ramadhan 1447 H. Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah sebaik-baiknya.
View this post on Instagram
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya