PALU, beritapalu.ID | Tim Satgas Saber Pangan Bareskrim Polri bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan, harga, dan keamanan pangan di wilayah Sulawesi Tengah, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini merupakan respons cepat atas instruksi Kapolri agar Polri turun langsung ke lapangan terkait pengawasan pangan.
Tim yang dipimpin Kombes Pol James Hutajulu didampingi Satgas Pangan Polda Sulteng, Polresta Palu, serta dinas terkait melakukan sidak ke sejumlah toko retail di Kota Palu, antara lain Grand Hero di Jalan Basuki Rahmat dan Hypermart di Jalan Diponegoro. Pemeriksaan dilakukan terhadap harga dan stok bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, telur ayam, bawang merah, bawang putih, daging ayam, dan daging sapi.
Hasil pantauan menunjukkan ketersediaan bahan pangan di toko retail tercukupi dan harga masih stabil. Tim juga melanjutkan peninjauan ke Gudang Bulog Kanwil Sulteng di Tondo, Kota Palu, untuk memastikan stok pangan strategis.
Dari hasil pengecekan diperoleh informasi bahwa stok beras di 14 gudang Bulog di wilayah Sulteng mencapai 22.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan. Sementara stok minyak kita di Gudang Bulog Kanwil Sulteng sebanyak 300.000 liter untuk memenuhi kebutuhan di Kota Palu, Parimo, Donggala, dan Sigi.
Dalam rangka memastikan keamanan dan mutu pangan, tim yang melibatkan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulteng melakukan uji kandungan formalin pada daging sapi dan daging ayam di Hypermart Palu Grand Mall. Hasil pengujian menunjukkan kedua jenis daging tersebut bebas dari formalin sehingga aman untuk dikonsumsi.
James Hutajulu menyampaikan bahwa pengujian secara sampling dan random terhadap produk pangan dimaksudkan agar seluruh produk pangan bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, pestisida, aflatoxin, serta zat kimia berbahaya lainnya.
“Dengan stok beras 22.000 ton, wilayah Sulteng cukup terpenuhi. Namun distribusinya harus diatur dengan tepat sehingga tidak terjadi pelanggaran ataupun penimbunan yang akan berakibat pada kelangkaan maupun stabilitas harga,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap stabilitas harga, stok, keamanan dan mutu, serta distribusi pangan, khususnya menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
pojokPALU
pojokSIGI
pojokPOSO
pojokDONGGALA
pojokSULTENG
bisnisSULTENG
bmzIMAGES
rindang.ID
Akurat dan Terpecaya