beritapalu.id
Saturday, 14 Feb 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Opini

Menjahit Layar Parimo, Melawan “Bajak Laut” Modern

Published: 14 February, 2026
Share
Ilustrasi (Gerative AI)
Ilustrasi (Gerative AI)
SHARE

Kekeliruan terbesar dalam memandang tata kelola lingkungan di Parimo adalah memisahkan urusan darat dan laut. Banyak pihak menganggap aktivitas tambang emas ilegal di wilayah pegunungan hanyalah persoalan daratan. Padahal, secara ekologis, Parimo adalah satu kesatuan napas.

Dedi Askary (©dok pribadi)
Dedi Askary (©dok pribadi)

Oleh: Dedi Askary, SH *)

Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sejatinya bukan sekadar barisan angka koordinat di peta Sulawesi Tengah. Wilayah ini adalah bentang panjang pesisir yang seharusnya menjadi lumbung kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, hari ini kita dihadapkan pada ironi yang menyakitkan: narasi kejayaan bahari kita terdengar seperti dongeng pengantar tidur yang kian sayup, kalah bising oleh deru mesin penghisap emas ilegal di hulu dan pukat-pukat gelap yang menjarah laut tanpa permisi.

Saat ini, Parimo berada di persimpangan jalan yang krusial. Pilihannya hanya dua: membiarkan “layar” ekonomi dan ekologi kita terus robek dihantam badai pertambangan tanpa izin (PETI) dan Illegal Fishing, atau mulai menjahitnya kembali dengan keberanian politik dan penegakan hukum. Kita harus mengambil alih kemudi dari kepungan para “bajak laut” modern ini.

Luka di Darat, Racun di Laut

BACA JUGA:  Adakah Politik Identitas Di Pilkada Sulawesi Tengah 2024?

Kekeliruan terbesar dalam memandang tata kelola lingkungan di Parimo adalah memisahkan urusan darat dan laut. Banyak pihak menganggap aktivitas tambang emas ilegal di wilayah pegunungan hanyalah persoalan daratan. Padahal, secara ekologis, Parimo adalah satu kesatuan napas.

Apa yang terjadi di hulu berdampak langsung ke hilir. Aktivitas tambang emas ilegal mengirimkan limbah tailing, sedimen lumpur, hingga residu merkuri melalui aliran sungai yang bermuara tepat di jantung Teluk Tomini. Tanpa disadari, ini adalah proses pembunuhan perlahan terhadap terumbu karang dan padang lamun yang menjadi rumah bagi ikan-ikan kita.

Di sisi lain, laut kita juga dikepung. Praktik Illegal Fishing oleh kapal-kapal besar tak berizin bukan sekadar mencuri ikan; mereka sedang mencuri kedaulatan nelayan tradisional. Akibat ulah mereka, nelayan kecil kita dipaksa melaut lebih jauh dengan risiko keselamatan yang lebih tinggi dan biaya operasional yang membengkak, sementara hasil tangkapan justru terus merosot.

Hilirisasi dan Kedaulatan Nelayan

Untuk membalikkan keadaan, kita memerlukan arah baru industri perikanan. Mengembangkan sektor ini di Parimo tidak boleh lagi terjebak pada pola primitif “menangkap dan menjual”. Kita membutuhkan hilirisasi berbasis kerakyatan.

BACA JUGA:  Saatnya Indonesia Percaya Diri Memperkenalkan Budaya Lewat Paduan Suara

Pemerintah daerah harus hadir memperkuat kapasitas armada nelayan lokal agar mampu menjadi tuan rumah di laut sendiri. Jangan biarkan nelayan kita hanya menjadi penonton di tengah kekayaan lautnya.

Selain itu, infrastruktur rantai dingin (Cold Chain) adalah kebutuhan mendesak. Masalah klasik nelayan kita adalah harga yang anjlok drastis saat panen melimpah karena ikan cepat membusuk. Pembangunan Cold Storage di titik-titik strategis pesisir Parimo adalah harga mati untuk menjaga stabilitas harga dan ekonomi rumah tangga nelayan.

Pariwisata sebagai Benteng Pertahanan

Strategi selanjutnya adalah merajut potensi wisata bahari. Namun, wisata laut Parimo harus diposisikan sebagai benteng pertahanan lingkungan, bukan sekadar komoditas eksploitasi. Konsep ekowisata berbasis komunitas harus dikedepankan.

Masyarakat pesisir harus menjadi pemilik saham utama dalam industri wisata ini. Logikanya sederhana: jika rakyat merasa memiliki laut sebagai sumber penghidupan utama dari pariwisata, mereka secara alami akan menjadi garda terdepan melawan pelaku perusakan karang dan pencurian ikan.

Parimo adalah bagian dari jantung segitiga karang dunia. Keunikan biodiversitas Teluk Tomini adalah aset mahal yang harus kita jual narasinya kepada dunia, bukan merusaknya dengan limbah tambang. Wisatawan global mencari kelestarian, bukan kerusakan.

BACA JUGA:  Harapan pada Gerakan Masyarakat (Hukum) Adat di Sulawesi Tengah

Mengembalikan Kemudi ke Rakyat

Segala gagasan tentang arah baru pengembangan Parimo ini tidak akan pernah tercapai jika hanya berhenti sebagai kebijakan “di atas kertas”. Menjahit layar yang robek membutuhkan benang yang kuat, yakni penegakan hukum yang tanpa pandang bulu terhadap mafia tambang dan sindikat pencuri ikan.

Masa depan Parimo tidak terletak pada emas yang dikeruk lalu habis meninggalkan lubang bencana, melainkan pada laut yang biru dan berkelanjutan. Saatnya kita berhenti menjadi penonton yang pasrah di tanah air sendiri. Mari kita rajut kembali kedaulatan kita sebelum laut Parimo hanya menyisakan air mata dan limbah beracun.

Ingatlah sebuah pesan luhur: “Laut bukan warisan nenek moyang, tapi titipan anak cucu. Jangan biarkan titipan itu kembali dalam keadaan rusak dan beracun.”

*) (Penulis adalah Praktisi Business and Human Rights Consulting, Ketua Komnas HAM Sulteng Periode 2016-2025, Dewan Pendiri Walhi Sulteng, dan berdomisili di Parigi Barat)

 

Reporter: Dedy Askary

Editor: beritapalu

TAGGED:bajak laut moderndedi Askarylayar parimoparimo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Kepala Balai POM Palu Mardianto memimpin penanaman pohon di Tahura Kapopo, Jumat (13/2/2026). (©ROA) Balai POM Palu Peringati HUT dengan Tanam Pohon di Tahura Kapopo
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

Berita Terbaru

Ilustrasi (Gerative AI)
Opini

Menjahit Layar Parimo, Melawan “Bajak Laut” Modern

14 February, 2026
Kepala Balai POM Palu Mardianto memimpin penanaman pohon di Tahura Kapopo, Jumat (13/2/2026). (©ROA)
Lingkungan

Balai POM Palu Peringati HUT dengan Tanam Pohon di Tahura Kapopo

13 February, 2026
Sejumlah prajurit membersihkan kawasan Pasar Masomba di Palu, Jumat (13/2/2026). (©Pendam23)
Militer

Kodam XXIII/Palaka Wira Gelar Karya Bakti Bersih-Bersih di Kota Palu

13 February, 2026
Personel gabungan aksi bersih-bersig di Pantai Kampung Nelayan, Palu, Jumat (13/2/2026). (©Humas Polresta Palu)
Lingkungan

Ratusan Personel Lintas Sektor Bersih-bersih Pantai Kampung Nelayan Palu

13 February, 2026
Edukasi pengelolaan sampah oleh PT Vale Indonesia kepada siswa di Morowali, Rabu (11/2/2026). (©PT Vale Indonesia)
Lingkungan

PT Vale Indonesia Edukasi Pengelolaan Sampah di Sekolah Morowali

13 February, 2026

Berita Populer

Foto

10 Pemuda Cetuskan Kawasan Wisata Alam Buntiede di Desa Padende

25 October, 2021

Pelaku Pembunuhan di Taman Ria Akhirnya Ditangkap Polisi

28 July, 2021
Komunitas

Tak Ada Perempuan, Sikola Mombine “Gugat” SK Penetapan Anggota KPID Sulteng

10 January, 2022
Morowali Utara

Perahu Terbalik Dibawa Arus, Seorang Warga masih Dicari

14 December, 2021
Parigi Moutong

Banjir di Sidoan Barat Seret Seorang Warga

3 January, 2022

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Sejumlah personel gabungan serentak berusaha memadamkan api yang membakar lahan di parimo, Minggu (8/2/2026). (©Pendam23)
Headline

Personel Gabungan Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan di Parimo

beritapalu
Ilustrasi (Generatif AI)
Opini

Aren, Transisi Energi, dan Pencegahan Banjir untuk Aceh

beritapalu
Rosita Aruan Orchid Baptiste, Perempuan Batak yang jadi Letnan Kolonel di Amerika Serikat. (©Youtube VOA Indonesia)
Opini

Manusia di Hadapan Standar Negara: Kisah Inspiratif Rosita Aruan Orchid Baptiste

beritapalu
Situasi terkini kebakaran hutan di Parimo, Selasa (3/2/2026). (©BPBD Kabupaten Parigi Moutong)
Headline

Siaga Karhutla di Parimo, Asap Ganggu Jarak Pandang

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?