beritapalu.id
Sunday, 22 Mar 2026
🌐 Network
pojokPALU pojokPALU pojokSIGI pojokSIGI pojokPOSO pojokPOSO pojokDONGGALA pojokDONGGALA pojokSULTENG pojokSULTENG bisnisSULTENG bisnisSULTENG bmzIMAGES bmzIMAGES rindang.ID rindang.ID
Subscribe
beritapalu.ID
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
  • 🌐
  • Hukum-Kriminal
  • Seni-Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Religi
  • Style
  • Region
  • Militer
  • Opini
  • Travel
  • Visual
  • Komunitas
📂 Lainnya ▼
Indeks Feature Advertorial Liputan Khusus
beritapalu.IDberitapalu.ID
Search
  • HOME
  • HEADLINE
  • PALU
  • SULTENG
    • Sigi
    • Poso
    • Buol
    • Tolitoli
    • Banggai
    • Morowali
    • Donggala
    • Tojo Unauna
    • Banggai Laut
    • Morowali Utara
    • Parigi Moutong
    • Banggai Kepualuan
  • BISNIS
  • POLITIK
  • LINGKUNGAN
  • OLAHRAGA
  • INSPIRASI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Opini

Saatnya Indonesia Percaya Diri Memperkenalkan Budaya Lewat Paduan Suara

Published: 15 December, 2025
Share
Kelompok paduan suara Svara Nusantara. (©Svara Nusantara)
Kelompok paduan suara Svara Nusantara. (©Svara Nusantara)
SHARE
Ahmad Yani. (©dok pribadi)
Ahmad Yani. (©dok pribadi)

Oleh: Ahmad Yani *)

Setiap kali saya berdiri di hadapan ratusan penyanyi di sebuah panggung internasional, ada satu momen yang selalu membekas: ketika kita mulai menyanyikan lagu daerah Indonesia, seisi ruangan mendadak hening. Para juri dari Eropa menunduk memperhatikan detail ekspresi artistik kami, peserta dari Asia Timur menatap penasaran, dan penonton dari berbagai negara mencoba menikmati penampilan kami tanpa harus mengerti bahasa apa yang sedang mereka dengar.

Para pendengar mungkin tidak memahami arti setiap kata, tetapi mereka merasakan getaran yang lahir dari sejarah panjang budaya Nusantara. Di situ saya kembali diingatkan bahwa musik, terutama paduan suara, adalah medium yang mampu menembus batas bahasa dan geografis. Ia tidak membutuhkan terjemahan untuk menyentuh, dan tidak memerlukan penjelasan untuk menghubungkan manusia satu sama lain.

Potensi Paduan Suara sebagai Ikon Budaya

Banyak negara memiliki ikon budaya globalnya masing-masing, mulai dari kuliner, sinema, hingga bentuk musik populer yang mendunia. Indonesia pun layak memiliki wajah budaya yang kuat, namun wajah itu tidak harus sama dengan negara lain. Kita sudah dikenal melalui kuliner dan fesyen, tetapi dengan kekayaan tradisi yang kita miliki, paduan suara dapat menjadi salah satu cara yang kuat dan jujur untuk memperkenalkan kesenian Nusantara.

Di kancah global, dunia paduan suara sedang berkembang pesat. Festival-festival di Eropa, Amerika, hingga Asia Tenggara kini menjadikan kategori folklore dan indigenous music sebagai panggung utama, memperlihatkan besarnya minat internasional terhadap ekspresi budaya lokal. Perubahan ini menunjukan bahwa panggung dunia kini semakin terbuka bagi warna-warna musikal dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

BACA JUGA:  Adakah Politik Identitas Di Pilkada Sulawesi Tengah 2024?

Prestasi Membanggakan di Kancah Internasional

Faktanya, paduan suara Indonesia sudah lama membuktikan diri. Berbagai kelompok dari universitas, sekolah, dan komunitas independen telah membawa pulang penghargaan dari ajang bergengsi internasional.

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Diponegoro tahun ini menjadi Grand Prix Champion, Winner of Sacred Category, Winner of Open Category, dan Winner of Folklore Category di 8th Cantata Macau International Choir Festival and Competition 2025. Gita Maizan Choir, kelompok independen asal Jogja yang beranggotakan anak usia SD hingga SMA, menjadi Grand Prix Champion, Champion and Gold Award Equal Voice, Champion and Gold Award Folklore di 9th Singapore International Choral Festival 2025. Sementara PSM Universitas Hasanuddin menyabet gelar Champion of the World Choir Games kategori Folklore & Indigenous Music with accompaniment di World Choir Games 2024 di Auckland, Selandia Baru.

Hal ini menjadi bukti jelas bahwa kualitas musikal kita diakui secara internasional. Namun ada satu hal yang masih tertinggal dari diskusi publik: bahwa prestasi ini bukan semata hasil kompetisi, tetapi juga representasi budaya.

Keunggulan Kultur Kolektif Indonesia

Meskipun saya belum berkesempatan menginjak panggung internasional bersama Svara Nusantara, pengalaman terdahulu saya berkompetisi di Korea Selatan, Sri Lanka, Hong Kong, dan Selandia Baru, kerap membuat kompetitor atau penonton asing bertanya: “Why do Indonesian choirs always sound so alive?” Saya biasanya tersenyum karena jawabannya sederhana: karena orang Indonesia tumbuh dalam kultur kolektif.

Dari kecil kita belajar bernyanyi bersama di sekolah, ibadah, kegiatan adat, hingga pentas kecil di kampung. Musik adalah bagian dari keseharian, bukan sekadar kegiatan formal. Ketika tradisi itu dibawa ke panggung internasional, hasilnya adalah energi yang sangat khas: hangat, hidup, dan sangat ekspresif.

BACA JUGA:  Kemabruran Haji: Antara Spiritualitas dan Dinamika Keummatan

Selain itu, banyak komposer Indonesia yang berani mengeksplorasi etnik, ritme Nusantara, dan teknik vokal tradisional. Kita tidak sekadar meniru pakem Eropa. Kita datang dengan suara kita sendiri. Itulah yang membuat Indonesia sering menonjol. Kita tidak hanya tampil baik, tetapi tampil berbeda.

Munculnya Paduan Suara Independen

Dalam lima tahun terakhir, saya melihat fenomena menarik: semakin banyak paduan suara independen bermunculan. Mereka tidak datang dari lembaga formal, bukan bagian dari universitas, ataupun bagian dari gereja tertentu, namun lahir dari keinginan sederhana untuk bernyanyi dan berkarya.

Ada tiga penyebab utamanya. Pertama, anak muda Indonesia mencari ruang ekspresi yang kolaboratif, maka terciptalah paduan suara independen yang menawarkan rasa kebersamaan dan eksplorasi artistik lebih menyeluruh. Kedua, ekosistem kompetisi dan festival semakin terbuka dimana kompetisi paduan suara baik nasional maupun internasional sudah bisa diikuti oleh komunitas kecil. Ketiga, kecintaan terhadap budaya bangsa dan keinginan untuk ikut serta dalam melestarikan budaya melalui hal yang paling generasi muda sukai.

Bagi saya, fenomena ini menggembirakan, karena semakin banyak paduan suara berarti semakin banyak ruang untuk mengembangkan talenta, komposer, dan budaya kita.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski demikian, kita tidak bisa menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi. Banyak paduan suara Indonesia berjuang keras untuk dapat tampil di panggung internasional. Mulai dari biaya kostum dan produksi, tiket perjalanan, hingga logistik yang rumit. Dukungan institusional masih terbatas, dan sponsor belum banyak melihat paduan suara sebagai investasi budaya yang strategis.

BACA JUGA:  Serba Porang

Di sisi lain, pemberitaan media tentang dunia paduan suara juga belum merata, padahal kisah-kisah di balik proses, perjuangan, dan kreativitas mereka punya nilai inspiratif yang besar bagi publik.

Dukungan untuk Masa Depan

Jika Indonesia ingin dikenal dunia melalui ekspresi budaya, maka paduan suara adalah salah satu gerbang yang paling menjanjikan. Ia menawarkan identitas yang jujur, berbeda, dan dekat dengan akar budaya kita. Namun agar gerbang itu terbuka lebih lebar, kita membutuhkan dukungan yang lebih kuat, dari pemerintah, sponsor, media, dan tentu saja dari masyarakat.

“Satu suara mungkin indah, tetapi harmoni ratusan suara adalah cerminan bangsa.” Ujaran ini kerap saya berikan kepada paduan suara yang saya pimpin. Saya percaya dengan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sendiri akan menghasilkan karya yang lebih tulus dan ikhlas.

Penutup

Dalam memperingati Hari Paduan Suara Sedunia yang ditetapkan oleh International Federation for Choral Music (IFCM) pada 14 Desember 2025, saya ingin mengingatkan bahwa paduan suara sebagai seni kolektif ini, bisa membawa potensi besar sebagai wajah budaya Indonesia di panggung dunia.

Mari dukung konser-konser lokal, festival paduan suara, dan kelompok-kelompok muda yang sedang berjuang mengharumkan nama Indonesia. Mari jadikan paduan suara bagian dari gaya hidup seni bangsa. Ketika suara-suara generasi muda Indonesia menyatu, dunia tidak hanya mendengar musik, namun dunia mendengar Indonesia secara utuh.

Penulis adalah founder dan Choir Master Svara Nusantara

 

Reporter: Ahmad Yani

Editor: beritapalu

TAGGED:ahmad yanichoirpadua suarasvara nusantaraworld choral day
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Email Copy Link
Previous Article Sekda Kota Palu Irmyanti membacakan naskah pada pelantikan Pengurus Dekranasda Kota Palu 2025-2030 di Palu, Jumat (12/12/2025). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri) Pengurus Dekranasda Kota Palu Periode 2025-2030 Dilantik
Next Article Ilustrasi Indonesia dan Inovasi Budaya

Berita Terbaru

Operasi pencarian nelayan hilang di perairan Desa Lanona yang dihentikan karena tak membuahkan hasil. (©Basarnas Palu)
Morowali

7 Hari Dicari Tak Ditemukan, Operasi SAR Nelayan Hilang di Morowali Ditutup

21 March, 2026
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid (ketiga kiri) bersama Gubernur Sulteng periode 2021-2024, Rusdy Mastura membaca naskah khutbah tertulis usai melaksanakan shalat Id di Lapangan Vatulemo Palu, Sabtu (21/3/2026). (©Prokopim Setda Kota Palu/Jufri)
Palu

Mantan Gubernur Rusdy Mastura Lebih Memilih Shalat Id di Vatulemo

21 March, 2026
Kapolda SUlteng Irjen Pol Endi Sutendi (tengah) bersama akapolda Sulteng Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf pada shalat Id bersama diMapolda Sulteng, Sabtu (21/3/2026). (©Humas Polda Sulteng)
Palu

Kapolda Sulteng dan Ribuan Jamaah Gelar Shalat Id di Mako Polda

21 March, 2026
Prajurit dan warga mendengarkan khutbah usai shalat Idul Fitri di makodam XXIII/Palaka Wira, Sabtu (21/3/2026). (©Pendam 23/PW)
Militer

Prajurit dan Warga Shalat Id Bersama di Makodam XXIII/Palaka Wira

21 March, 2026
Foto udara umat Islam memadati masjid Baitul Khairaat pada shalat Idul Fitri 1447 H di Palu, Sabtu (21/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Menyatakan Kemenangan di Masjid Raya Baitul Khairaat

21 March, 2026

Berita Populer

Ilustrasi (©UNESCO)
Internasional

PBB: Perempuan Tanggung Beban Terbesar Krisis Air Global

20 March, 2026
Warga dan simpatisan Muhammadiyah mengikuti usai shalat Idul Fitri di lapangan Nunu, Palu, Jumat (20/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Foto

Warga Muhammadiyah Palu Gelar Shalat Idul Fitri di Lapangan Nunu

20 March, 2026
Personel Gegana Unti Jibom Brimob Polda SUlteng memeriksa kolong genset di halaman Masjid Raya Baitul Khairaat Palu, Jumat (20/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Menyisir Sudut Masjid Baitul Khairaat Demi Idul Fitri yang Aman dan Khidmat

20 March, 2026
Operasi pencarian nelayan hilang di perairan Desa Lanona yang dihentikan karena tak membuahkan hasil. (©Basarnas Palu)
Morowali

7 Hari Dicari Tak Ditemukan, Operasi SAR Nelayan Hilang di Morowali Ditutup

21 March, 2026
Foto udara umat Islam memadati masjid Baitul Khairaat pada shalat Idul Fitri 1447 H di Palu, Sabtu (21/3/2026). (©bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Feature

Menyatakan Kemenangan di Masjid Raya Baitul Khairaat

21 March, 2026

Logo BeritaPalu.id Akurat dan Terpecaya

Komitmen kami terhadap akurasi, netralitas, keberimbangan, dan penyampaian berita terkini telah membangun kepercayaan dari banyak audiens. Terdepan dengan pembaruan terkini tentang peristiwa, tren, dan dinamika terbaru.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
WhatsAppFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
bmzimages.combmzimages.com

Dapatkan Info Terbaru

Masukkan email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel baru

Berita Terkait

Ilustrasi. (©AI Generative)
Opini

Dongi-Dongi: Ketika Tambang, Narasi “Enclave”, dan Keberanian Negara Diuji

beritapalu
Ilustrasi (©AI Generative)
Opini

Melawan ‘Zero-Click’ dengan Jurnalisme Layanan

beritapalu
Ilustrasi (AI Generative)
Opini

Menu Bergizi? Menakar Martabat Rakyat Lewat Kantong Plastik

beritapalu
Ilustrasi (Generative AI)
Opini

Negara Menagih “Utang” di Tanah Sulteng: Tamparan bagi Korporasi, Ujian bagi Nyali Pemerintah

beritapalu
beritapalu.ID
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin

About US

beritapalu.ID adalah situs berita online berbasis di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. UU No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik adalah panduan kami. Kecepatan memang penting, tapi akurasi pemberitaan jauh lebih penting. Kami berpihak kepada kebenaran dan kemaslahatan orang banyak dan idak semua berita yang disajikan mewakili pikiran kami. 

Managerial
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Kebijakan
  • Disclaimer
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

Kunjungi kami di

https://bmzimages.com

© 2025 by beritapalu.ID

PT Beritapalu Media Independen
All Rights Reserved.

Copyright © 2026 beritapalu.ID | Published by PT Beritapalu Media Independen | All Rights Reserved
Halaman
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?